• Login
Bacaini.id
Sunday, February 22, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Ketika Aksara Kuadrat Disangka Huruf Thailand

Revitalisasi Jembatan Brawijaya di Kota Kediri seharusnya menjadi momen penting bagi kebangkitan identitas lokal. Ketika aksara Kuadrat disangka huruf Thailand, alarm literasi budaya kita menyala.

ditulis oleh Redaksi
21 February 2026 22:57
Durasi baca: 3 menit
Tangkapan laayar IG @disbudpapora_kotakediri

Tangkapan laayar IG @disbudpapora_kotakediri

Bacaini.ID, KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri merancang ulang Jembatan Brawijaya dengan sentuhan arsitektur modern, yang didominasi warna emas dan ornamen aksara kuadrat. Sayang, minimnya petunjuk yang tersedia membuat sebagian publik menduganya sebagai huruf Thailand.

Penempatan aksara Jawa Kuno peninggalan Kerajaan Kadiri atau aksara Kuadrat ini dilakukan dengan menggandeng arkeolog dan praktisi budaya. Bahkan penempatan aksara kuadrat ini bukan sekedar asal-asalan.

Kalimat-kalimat bermakna seperti “Bhinneka Tunggal Ika” dan semboyan “Djojo ing Bojo” diukir dalam aksara kuadrat dan dipasang pada pilar jembatan. Desain ini dihadirkan untuk memberi ruang publik yang tidak sekadar berfungsi sebagai jalur transportasi, tetapi juga ruang narasi budaya.

Namun, ketika unggahan resmi pemerintah muncul di Instagram @disbudparpora_kedirikota, reaksi publik justru jauh dari yang diharapkan. Banyak komentar menyebut aksara kuadrat itu sebagai  huruf Thailand.

Fenomena ini bukan sekadar lucu-lucuan warganet, tetapi gejala serius dari sebuah persoalan besar, yakni makin asingnya masyarakat dengan warisan budaya sendiri.

Jejak Kediri yang Tersisa, Tapi Tak Terbaca

Mengapa masyarakat begitu mudah mengira aksara kuadrat sebagai huruf Thailand? Ada dua penyebab utama:

Minimnya paparan terhadap aksara daerah sendiri

Pejabat pemerintah sendiri mengakui bahwa aksara kuadrat “belum pernah diangkat” secara luas dan “tidak banyak dikenalkan kepada masyarakat.” Akibatnya, generasi kini tumbuh tanpa mengenali bentuk visual dari aksara kuno daerah mereka.

Dominasi budaya visual asing dalam keseharian

Masuk akal bahwa warganet lebih akrab dengan huruf Thai dari menu restoran, drama, atau perjalanan wisata. Dibandingkan aksara kuadrat yang nyaris tak muncul dalam ruang publik, huruf Thailand justru lebih sering mereka lihat.

Alhasil, kita kehilangan kemampuan mengenali simbol budaya sendiri, tapi fasih mengenali milik orang lain.

Revitalisasi Fisik Tidak Cukup Tanpa Revitalisasi Pengetahuan

Jembatan Brawijaya kini tampil megah dengan rona emas, tata cahaya artistik, dan ornamen bersejarah. Pemerintah menyebut desain ini sebagai simbol bahwa Kediri pernah mengalami masa kejayaan, dan ingin kembali menghidupkan spirit itu.

Namun, komentar-komentar publik memperlihatkan satu hal jelas, bahwa ornamen secantik apa pun tetap tidak bermakna jika tidak dipahami.

Revitalisasi infrastruktur seharusnya berjalan beriringan dengan revitalisasi literasi budaya. Tanpa itu, aksara kuadrat hanya akan menjadi dekorasi eksotis, bukan identitas.

Saatnya Mengembalikan Akar Identitas ke Ruang Publik

Fenomena salah kaprah ini sebenarnya bisa menjadi momentum. Pemerintah, komunitas budaya, dan warganet bisa memanfaatkannya untuk mendorong edukasi publik yang kreatif, lewat konten visual singkat, infografik, dan video penjelasan tentang aksara kuadrat.

Selain itu, papan informasi atau QR code di area jembatan yang menjelaskan arti dan sejarah aksara harus lebih ramah untuk pengendara kendaraan, bukan pejalan kaki.

Hal lain yang wajib ditempuh adalah integrasi sejarah aksara kuadrat dalam kurikulum lokal, setidaknya di tingkat SD–SMA. Didukung pula keterlibatan komunitas kreatif untuk menghadirkan aksara kuadrat dalam desain produk, mural, hingga font digital akan mempercepat pengenalan aksara Kuadrat sebagai identitas visual warga Kediri.

Penulis: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: aksara kuadratarkeologihuruf thailandjembatan brawijayapemkot kediri
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Jairi Irawan saat sosialisasi di Kampung Cokelat Blitar menegaskan media bukan alat kekuasaan

Media Bukan Alat Kekuasaan! Jairi Irawan Tegaskan Pers Mitra Kritis DPRD Jatim

Tangkapan laayar IG @disbudpapora_kotakediri

Ketika Aksara Kuadrat Disangka Huruf Thailand

PT Freeport Indonesia. Foto: istimewa

Kepemilikan Saham Indonesia Atas PT Freeport Indonesia Naik 63 Persen

  • Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah saat refleksi satu tahun pemerintahan

    Jalan Rusak Mulai Mulus di Kabupaten Blitar, Komitmen Rijanto-Beky Dikebut Bertahap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Pencucian Uang Rp 25,8 Triliun di Balik Penggeledahan Toko Emas Semar Nganjuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Blitar Tabrak KDMP, Tolak Alih Fungsi SDN Tlogo 2 karena Masih Dipakai 182 Siswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Worldwide Latina Belt, Benarkah Orang Indonesia Berkarakter Latin? Ini Penjelasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In