Bacaini.id, TRENGGALEK – Pedagang takjil musiman di Pasar Pon Trenggalek panen untung sejak memasuki hari pertama ramadan. Sejak sore hari, kawasan pasar tampak ramai dipadati warga yang berburu menu berbuka puasa.
Aneka makanan tersedia di tempat ini. Mulai lauk-pauk, aneka sayur, camilan, hingga minuman segar. Hal ini sangat menarik perhatian warga terutama ibu rumah tangga yang tak perlu lagi repot memasak di rumah.
“Karena hari ini tidak masak, jadi cari lauk dan sayur ke pasar takjil di Pasar Pon Trenggalek. Di sini menunya lumayan lengkap, dari sayur, lauk, camilan, sampai minuman juga sudah ada,” kata Tri Handayani, salah satu konsumen di Pasar Pon, Sabtu, 21 Februari 2026.
Selain lengkap pilihan menunya, harga yang dipatok para pedagang sangat ramah di kantong. Karena itu pasar ini selalu menjadi andalan masyarakat sebagai alternatif berbuka tanpa repot memasak.
“Kalau tidak masak di rumah saya pasti ke sini. Lebih mudah dan harganya juga terjangkau,” lanjut Handayani.
Berkah Ramadan ini tak pelak menjadi ladang cuan pedagang takjil yang rata-rata pedagang musiman. Salah satunya Suprapmi, pedagang sayur dan lauk pauk yang hanya berjualan di bulan puasa. Di luar bulan ini ia berjualan di sekitar Alun-alun Trenggalek dengan jenis berbeda.
“Kalau hari biasa saya jualan di seputaran alun-alun Trenggalek, tapi bukan sayur-sayuran. Menu lengkap seperti ini hanya saya jual saat Ramadan,” jelasnya.
Suprapmi menjual aneka masakan ikan, telur, hingga ayam. Sementara untuk sayur, ia menyiapkan sayur lodeh dan urap-urap yang banyak diminati pembeli.
Ia biasanya mulai bersiap sejak pukul 15.00 WIB dan berjualan hingga dagangan habis, bahkan kerap bertahan sampai malam hari. “Alhamdulillah, jualan di bulan Ramadan ini lebih menguntungkan dibanding hari biasa,” ungkapnya.
Keberadaan pasar takjil Pasar Pon Trenggalek tak hanya memudahkan masyarakat mendapatkan menu berbuka puasa, tetapi juga menjadi sumber tambahan penghasilan bagi para pedagang musiman, sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal selama Ramadan.
Penulis: Aby Kurniawan
Editor: Hari Tri Wasono





