Bacaini.ID, KEDIRI — Memasuki bulan Ramadan, kurma jadi salah satu primadona untuk takjil buka puasa maupun sahur. Buah asal Timur Tengah ini dikenal sebagai superfood karena kandungan nutrisinya yang luar biasa.
Namun, di balik popularitasnya, pasar dibanjiri oleh berbagai jenis kurma dengan kualitas yang beragam. Yang sering menghantui konsumen adalah adanya kurma yang telah ditambahkan pemanis buatan atau sirup gula (glukosa).
Penambahan gula pada kurma biasanya dilakukan untuk menutupi kualitas kurma yang rendah, membuatnya tampak lebih menarik, atau agar lebih awet.
Bagi yang sedang menjalani diet atau menderita diabetes, salah memilih kurma bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Baca Juga:
- Fakta Takjil Air Kelapa untuk Buka Puasa: Kaya Elektrolit, Bantu Rehidrasi dan Aman bagi Penderita Diabetes
- Tips Buka Puasa Sehat ala Zaidul Akbar Agar Fit Selama Ramadhan
- Ini Kurma Terbaik di Dunia Versi TasteAtlas, Salah Satunya Favorit Kanjeng Nabi
Cara Bedakan Kurma Alami dan Kurma Gula
Kurma yang berkualitas rendah biasanya memiliki rasa yang kurang manis atau tekstur yang terlalu kering.
Untuk meningkatkan nilai jualnya, produsen nakal sering merendam atau menyemprotkan cairan gula (sirup glukosa) ke permukaan kurma.
Hasilnya, kurma tampak mengkilap, terasa sangat manis, dan bobotnya bertambah karena menyerap cairan tersebut. Berikut panduan berbelanja kurma agar tak ‘zonk’:
• Perhatikan Tampilan Fisik (Visual)
Ini adalah langkah pertama yang paling mudah dilakukan. Kurma alami memiliki kulit yang cenderung kusam atau keriput secara alami.
Jika ada kilau, ini adalah kilau lemak alami dari serat buahnya, bukan kilau basah. Warnanya pun tidak selalu seragam sempurna.
Sementara kurma dengan tambahan gula tampak sangat mengkilap, seperti diolesi minyak atau sirup.
Terkadang, permukaan kulitnya terlihat ‘becek’ atau basah meskipun berada di suhu ruangan.
• Perhatikan Tekstur Saat Disentuh
Gunakan indra peraba untuk merasakan perbedaannya. Pada kurma alami, saat ditekan daging buahnya terasa kenyal dan berserat. Tidak terasa lengket yang berlebihan setelah memegangnya.
Sementara kurma dengan tambahan gula cenderung sangat lengket di tangan. Dan pada beberapa kasus, gula yang mengering bisa menciptakan lapisan keras atau kristal di permukaan kulit kurma.
• Berbeda Pada Rasa
Rasa manis alami kurma sangat berbeda dengan pemanis buatan. Kurma alami memiliki rasa manis yang legit namun lembut. Rasa manis ini tidak langsung ‘menyerang’ tenggorokan dan biasanya disertai aroma khas kurma, seperti karamel atau madu, tergantung jenisnya.
Sementara pada kurma dengan tambahan gula, sensasi manisnya sangat tajam. Bagi orang yang terbiasa dengan rasa manis yang pekat, mungkin lebih cocok dengan kurma ‘gula’ ini.
Namun kurma jenis ini hanya manis gula tanpa kedalaman aroma buah. Bisa dikatakan, seperti makan manisan buah.
• Cek Daya Tarik Terhadap Semut
Secara teori, buah manis memang disukai semut. Namun, ada perbedaan kecepatan. Pada kurma alami, semut butuh waktu untuk mencium aroma manis dari dalam buah yang tertutup kulit.
Sementara pada kurma ‘gula’, semut akan sangat cepat mengerubungi kurma ini karena lapisan gulanya berada langsung di permukaan luar (kulit).
Rekomendasi Jenis Kurma Manis Alami yang Lebih Aman
Jika ingin terhindar dari manipulasi gula, atau terjebak dengan ‘manisan’ kurma, pilihlah jenis kurma premium yang secara genetis sudah memiliki rasa manis yang pas:
• Kurma Sukari: Dikenal sebagai kurma raja. Teksturnya sangat lembut dan warnanya cokelat keemasan. Manisnya lumer di mulut.
• Kurma Medjool: Sering dijuluki ‘Berlian Kurma’. Ukurannya besar, dagingnya tebal, dan memiliki rasa manis alami seperti karamel yang kuat.
• Kurma Ajwa: Kurma legendaris yang tidak terlalu manis namun memiliki khasiat kesehatan yang tinggi. Teksturnya lebih padat dan tidak mudah dimanipulasi dengan gula.
Kurma jenis lain juga memiliki rasa manis alami yang lebih sehat daripada ‘manisan kurma’. Beberapa kurma alami seperti Deglet Nour memiliki tekstur crunchy lembut.
Tips Memilih dan Menyimpan Kurma agar Tetap Berkualitas
Selalu cek daftar komposisi (Ingredients). Jika tertulis glucose atau syrup, sebaiknya hindari. Meskipun dikemas dalam kotak, kurma melalui proses distribusi yang panjang dari kebun yang sebagian besar di luar negeri, hingga sampai ke tangan konsumen.
Mencuci kurma dengan air mengalir sebentar dapat menghilangkan debu, residu pestisida, atau serangga kecil yang mungkin terselip di sela-sela kulit keriputnya.
Saat mencuci, belah dulu satu butir kurma untuk memastikan bagian dalamnya bersih dari kotoran hitam (bekas ulat) yang kadang ada di jenis kurma tertentu.
Namun, jika membeli kurma premium yang kemasannya tertulis ‘Ready to Eat’ atau ‘Pre-washed’, biasanya kurma tersebut sudah melewati proses sterilisasi, seperti sinar UV atau pencucian industri.
Menyimpan kurma juga membutuhkan teknik tertentu agar kurma tetap enak. Perhatikan cara menyimpannya supaya kandungan gula alaminya tidak rusak atau cepat berjamur:
• Simpan di Kulkas: Terutama untuk jenis kurma basah seperti Sukari, simpan di wadah kedap udara di dalam kulkas agar tetap segar dan teksturnya terjaga.
• Hindari Suhu Panas: Panas berlebih bisa membuat gula alami kurma keluar ke permukaan dan membuatnya terlihat seperti berpasir (mengkristal).
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





