• Login
Bacaini.id
Thursday, January 29, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Danantara Putus Mata Rantai Kartel Industri Peternakan Ayam Indonesia

ditulis oleh Redaksi
29 January 2026 06:08
Durasi baca: 7 menit
limbah peternakan ayam blitar

Peternakan ayam di Indonesia. Foto: freepik

Bacaini.ID, JAKARTA – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan keseriusan dalam mewujudkan janji kampanye untuk memberantas praktik kartel dan monopoli di sektor komoditas pangan. Melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), pemerintah akan membangun proyek peternakan ayam pedaging dan petelur senilai Rp20 triliun yang dijadwalkan groundbreaking pada 28 Januari 2026.

Proyek ambisius ini mencakup pembangunan 12 unit peternakan ayam yang dirancang sebagai investasi jangka panjang dengan model peternakan ayam terintegrasi. Skema ini meliputi seluruh rantai produksi mulai dari pabrik pakan, breeding farm, pengembangan bibit, pembesaran ayam, rumah potong ayam, pemasaran, hingga pengolahan—sebuah jawaban langsung terhadap dominasi integrator swasta yang selama ini menguasai industri dari hulu hingga hilir.

Jejak Kelam Kartel Industri Peternakan: Dari Denda KPPU hingga Frustrasi Peternak

Industri peternakan ayam Indonesia telah lama diwarnai praktik kartel yang merugikan peternak kecil dan konsumen. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah berulang kali menindak pelaku kartel, namun praktik serupa terus berulang.

Rekam Jejak Denda KPPU:

  • 2016: Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) bersama 11 perusahaan lain dikenai denda Rp25 miliar karena terbukti melakukan kartel pengafkiran dini parent stock ayam
  • 2022: PT Sinar Ternak Sejahtera (anak perusahaan CPIN) dikenai denda Rp10 miliar karena melanggar ketentuan kemitraan dengan 117 plasma peternak ayam
  • 2025: KPPU menjatuhkan denda total Rp698 miliar untuk berbagai pelanggaran persaingan usaha, termasuk penghapusan praktik bundling yang merugikan peternak kecil

Meskipun denda telah dijatuhkan, praktik kartel terus berlanjut. Integrator besar menguasai seluruh rantai pasok—dari penyediaan bibit (day old chick/DOC), pakan ternak, obat-obatan, hingga rumah potong dan cold storage. Dominasi ini menciptakan ketergantungan total peternak tradisional pada korporasi besar.

Tragedi Peternak Era Jokowi: Ketika Frustrasi Berujung Bagi-Bagi Ayam Gratis

Puncak frustrasi peternak ayam terjadi pada era Presiden Joko Widodo ketika harga ayam di tingkat peternak anjlok drastis hingga Rp13.000 per kilogram, jauh di bawah harga acuan pembelian pemerintah sebesar Rp21.000-Rp23.000 per kilogram. Kondisi ini memicu aksi protes yang mengharukan—peternak di Malang, Jawa Timur, membagi-bagikan ayam hidup secara gratis sebagai bentuk protes atas ketidakadilan harga.

Peternak merasa terjebak dalam lingkaran setan: harga sarana produksi (DOC dan pakan) tetap tinggi karena dikuasai kartel, sementara harga jual ayam hidup dipermainkan hingga di bawah biaya produksi. Mereka bahkan melakukan demo di Istana Negara dan kantor KPPU dengan tuntutan pembebasan kuota indukan ayam, perlindungan UMKM peternak, dan pembentukan badan perlindungan untuk menyerap hasil ternak dengan harga wajar.

Seorang peternak bahkan sempat membentangkan poster permintaan tolong kepada Presiden Jokowi agar membantu mengatur harga jagung yang menjadi bahan pakan utama. Tragedi ini menunjukkan betapa rapuhnya posisi peternak tradisional di hadapan kekuatan kartel yang menguasai industri.

Dukungan Peternak: Bukti Nyata Aspirasi Terakomodasi

Respons positif datang dari Ketua Komunitas Peternak Ayam-Telur Tradisional dan Supplier di Blitar serta Kediri, Edi Sukirman, yang pada kampanye akbar penutupan Prabowo-Gibran di Gelora Bung Karno menyumbangkan 70 ton telur ayam. Kontribusi ini bukan sekadar dukungan politik, melainkan manifestasi harapan peternak tradisional akan perubahan struktural industri.

“Ini bukti janji Presiden Prabowo atas aspirasi kita dulu saat kampanye, bahwa kita harus memberantas praktik-praktik kartel di seluruh sektor. Tidak hanya minyak dan gas bumi tetapi juga komoditas bahan makanan sehari-hari salah satunya ayam daging dan telur ayam,” ungkap Edi Sukirman yang menyambut gembira inisiasi Danantara.

Dukungan Edi Sukirman mencerminkan harapan besar komunitas peternak tradisional yang selama ini terpinggirkan oleh dominasi integrator besar. Sumbangan 70 ton telur untuk kampanye dan program makan siang gratis menunjukkan komitmen peternak tradisional untuk berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat, sekaligus harapan akan perlindungan dari praktik oligopoli yang merugikan.

Sinergi dengan Program MBG: Menciptakan Pasar yang Stabil

Kehadiran Danantara tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang meningkatkan kebutuhan daging ayam dan telur secara signifikan. Program MBG telah terbukti memanfaatkan ayam petelur sebagai sumber protein, seperti yang dilakukan di Kota Bogor dengan pembagian 80 ekor ayam petelur kepada 8 Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).

Hasil telur dari program ini didistribusikan melalui Koperasi Kelurahan Merah Putih untuk mendukung dapur MBG, menciptakan permintaan yang stabil dan berkelanjutan. Sinergi antara Danantara dan MBG akan menciptakan pasar yang terstruktur dan terjamin, memberikan kepastian bagi peternak tradisional.

Membedakan Danantara dari Peternakan Plasma: Solusi vs Eksploitasi

Kekhawatiran bahwa Danantara akan mematikan peternak tradisional perlu diluruskan dengan memahami perbedaan fundamental antara model Danantara dan peternakan plasma korporasi besar.

Peternakan Plasma Korporasi:

  • Peternak menjadi “buruh” di kandang sendiri dengan ketergantungan total pada perusahaan inti
  • Harga ditentukan sepihak oleh integrator
  • Risiko usaha tetap ditanggung peternak, keuntungan mengalir ke korporasi
  • Tidak ada transfer teknologi yang bermakna
  • Peternak tidak memiliki posisi tawar

Model Danantara:

  • Fokus pada stabilisasi harga melalui intervensi pasar
  • Menyediakan alternatif pasokan untuk memecah monopoli
  • Mendukung program pemerintah (MBG) dengan pasar yang terjamin
  • Tidak bersaing langsung dengan peternak tradisional di pasar umum
  • Menciptakan benchmark harga yang adil

Danantara dirancang untuk menciptakan dua segmen pasar: produk integrator swasta untuk pasar umum dan produk peternakan terintegrasi BUMN yang mendukung program pemerintah. Dengan demikian, Danantara tidak akan mematikan peternak tradisional, justru memberikan stabilitas harga yang selama ini tidak ada.

Tantangan dan Strategi Implementasi

Proyek Danantara menghadapi tantangan signifikan yang memerlukan strategi implementasi yang matang.
Tantangan Utama:

  • Siklus produksi industri perunggasan yang memerlukan waktu 2 tahun untuk hasil nyata
  • Kebutuhan infrastruktur fisik dan non-fisik yang masif
  • Pemilihan lokasi strategis dengan ketersediaan bahan baku
  • Koordinasi dengan peternak rakyat agar tidak terganggu

Strategi Solusi:

  • Prioritas pembangunan di wilayah dengan ketersediaan jagung besar seperti Nusa Tenggara Barat dan Gorontalo
  • Kemitraan dengan peternak rakyat melalui skema yang saling menguntungkan
  • Integrasi dengan program pemerintah untuk menciptakan pasar yang terjamin
  • Investasi dalam teknologi dan inovasi untuk efisiensi optimal

Dampak Ekonomi dan Sosial yang Diharapkan

Proyek Danantara dengan investasi Rp20 triliun diproyeksikan memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan:
Dampak Ekonomi:

  • Stabilisasi harga ayam dan telur di tingkat konsumen
  • Peningkatan pendapatan peternak tradisional melalui harga yang stabil
  • Penciptaan lapangan kerja di sektor peternakan dan industri pendukung
  • Pengurangan ketergantungan impor bahan pangan

Dampak Sosial:

  • Jaminan akses protein hewani berkualitas untuk program MBG
  • Pemberdayaan peternak tradisional melalui kemitraan yang adil
  • Peningkatan gizi masyarakat melalui akses protein yang terjangkau
  • Penguatan kedaulatan pangan nasional

Momentum Perubahan: Dari Janji Kampanye Menuju Implementasi

Kehadiran Danantara menandai momentum perubahan dari era dominasi kartel menuju industri peternakan yang lebih berkeadilan. Proyek ini bukan sekadar investasi bisnis, melainkan manifestasi komitmen politik untuk memberantas monopoli dan kartel yang telah lama merugikan peternak kecil dan konsumen.

Dukungan Edi Sukirman dan komunitas peternak tradisional menunjukkan bahwa aspirasi mereka telah terakomodasi dalam kebijakan konkret. Setelah bertahun-tahun mengalami frustrasi hingga harus membagi-bagikan ayam gratis sebagai bentuk protes, kini peternak tradisional melihat harapan nyata akan perubahan struktural industri.

Sinergi antara Danantara, program MBG, dan komitmen pemberantasan kartel menciptakan ekosistem yang mendukung stabilitas harga dan kesejahteraan peternak. Berbeda dengan peternakan plasma yang mengeksploitasi peternak, Danantara hadir sebagai solusi untuk memutus rantai dominasi integrator besar.

Keberhasilan proyek ini akan menjadi preseden penting bagi sektor komoditas lainnya, membuktikan bahwa janji kampanye untuk memberantas kartel dan monopoli bukan sekadar retorika politik, melainkan komitmen nyata yang diterjemahkan dalam kebijakan dan investasi strategis.

Dengan groundbreaking yang dijadwalkan 28 Januari 2026, Danantara membawa angin segar bagi industri peternakan Indonesia—sebuah langkah konkret menuju kedaulatan pangan dan keadilan ekonomi yang telah lama dinantikan peternak tradisional.

Penulis: Danny Wibisono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Danantaraindustri pakan ayamkartelpeternakan ayam
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

limbah peternakan ayam blitar

Danantara Putus Mata Rantai Kartel Industri Peternakan Ayam Indonesia

Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: istimewa

Menteri Keuangan Mutasi Sejumlah Pejabat Eselon II

Ilustrasi IHSG. Foto: istimewa

Ramai Berita MSCI Picu Anjloknya Saham, Ini Penjelasan Sederhananya

  • Infografik daftar event Jawa Timur yang masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026

    KEN 2026 Jawa Timur: Kediri, Blitar, Tulungagung Gugur, Trenggalek Melaju

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Curhat Ressa di Podcast Denny Sumargo Bikin Publik Berbalik Serang Denada

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cuaca Ekstrem Melanda Jawa Timur, BMKG Sebut Blitar Raya hingga Madura Jalur Utama Angin Kencang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In