• Login
Bacaini.id
Wednesday, January 28, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Aurora Muncul di Berbagai Negara, Ini Penjelasan Ilmiah Badai Matahari Januari 2026

Aurora Terlihat di Banyak Negara, Ada Apa dengan Langit Bumi?

ditulis oleh Editor
28 January 2026 18:36
Durasi baca: 4 menit
Aurora berwarna merah dan hijau terlihat di langit Eropa akibat badai Matahari Januari 2026

Fenomena aurora muncul di berbagai langit negara (foto/ist)

Bacaini.ID, KEDIRI – Fenomena aurora yang terlihat di berbagai negara ramai jadi perbincangan di media sosial internasional.

Sebab selama ini aurora selalu identik dengan wilayah kutub dan kini beberapa kawasan bisa menikmati keindahan fenomena alam itu.

Warganet dari Eropa dan Amerika antusias membagikan foto-foto dan video penampakan aurora yang terlihat dalam berbagai warna.

Aurora dengan warna merah, magenta, hijau hingga ungu ramai dibagikan di media sosial dari sejumlah kawasan dunia dan memicu pertanyaan publik: apa yang sebenarnya sedang terjadi di langit Bumi?

Baca Juga: Fenomena Sinkhole di Sumbar, Viral dan Jadi Wisata Dadakan

Ini Sebab Aurora Terlihat di Berbagai Negara

Aurora yang muncul di tempat-tempat tak biasa seperti Portugal, Prancis, Amerika Serikat bagian selatan bahkan Australia beberapa hari terakhir, disebabkan oleh kombinasi peristiwa astronomi yang sangat kuat.

Fenomena ini bukan sekadar kejadian visual yang indah, melainkan berkaitan langsung dengan aktivitas Matahari yang sedang berada pada fase aktif.

Berikut penjelasan ilmiah mengenai kemunculan aurora yang terlihat di beberapa negara, menurut European Space Agency.

• Badai Radiasi Matahari Skala ‘S4’ (Severe)

Pada tanggal 18–19 Januari 2026, Matahari melepaskan suar kelas X1.9, salah satu yang terkuat, yang memicu badai radiasi matahari tingkat S4.

Ini adalah badai radiasi terkuat yang menghantam Bumi sejak tahun 2003.

• Semburan Massa Korona (CME) yang ‘Tepat Sasaran’

Matahari menyemburkan partikel plasma bermuatan tinggi yang disebut Coronal Mass Ejection (CME) langsung ke arah Bumi. Karena ledakan ini berlangsung selama hampir 7 jam, lebih lama dari biasanya, jumlah partikel yang dikirim sangat masif.

• Penembusan Medan Magnet Bumi

Biasanya medan magnet Bumi, magnetosfer, hanya mengarahkan partikel-partikel ini ke wilayah kutub.

Namun karena badai pada Januari 2026 memiliki energi yang sangat besar, termasuk badai geomagnetik tingkat G4/Severe, partikel-partikel tersebut mampu menembus lebih dalam ke atmosfer dan mendorong batas penampakan aurora jauh ke arah khatulistiwa (lintang menengah).

• Puncak Aktivitas Matahari (Solar Maximum)

Fenomena ini juga terjadi akibat Bumi berada di periode Solar Maximum dalam siklus 11 tahunan Matahari.

Pada fase ini, jumlah bintik matahari dan letusan energi berada di puncaknya, sehingga kemungkinan terjadinya aurora di lokasi tak terduga meningkat drastis hingga akhir tahun 2026.

Penampakan aurora yang terlihat jelas di beberapa negara tersebut didukung juga dengan kondisi langit yang sempurna.

Pada puncak badai tanggal 18 Januari, bertepatan dengan fase Bulan Baru, sehingga langit sangat gelap dan warna aurora tampak sangat kontras di lensa kamera.

Bahkan aurora warna merah yang dianggap langka dan sulit dilihat, dapat terlihat jelas. 

Dampak Badai Matahari di Bumi

Tak hanya membawa keindahan aurora, badai Matahari yang terjadi secara masif hingga skala S4 (Severe), membuat penyedia layanan teknologi kelimpungan.
Dampak dari badai Matahari ini dapat berupa:

• Gangguan GPS dan Navigasi

Radiasi ekstrem mengganggu sinyal antara satelit dan Bumi. Ini menyebabkan error pada akurasi GPS hingga beberapa meter, yang sangat kritikal bagi navigasi pesawat terbang, kapal laut, hingga traktor pertanian otomatis yang mengandalkan presisi tinggi.

• Komunikasi Radio ‘Blackout’

Sinyal radio frekuensi tinggi (HF) yang digunakan oleh penerbangan internasional dan tim SAR dilaporkan mengalami pemadaman (blackout) di wilayah kutub dan sisi Bumi yang menghadap Matahari.

Hal ini memaksa beberapa maskapai penerbangan mengubah rute mereka menjauhi kutub.

• Ancaman pada Satelit

Partikel bermuatan tinggi meningkatkan gesekan di atmosfer atas, yang bisa menyeret satelit jatuh lebih rendah atau merusak komponen elektronik sensitif di dalamnya. Operator satelit pun harus bekerja ekstra untuk menjaga stabilitas orbit mereka.

• Risiko bagi Astronot

Para astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) harus masuk ke modul yang memiliki pelindung radiasi lebih tebal selama puncak badai untuk menghindari paparan radiasi yang berbahaya bagi kesehatan.

• Stabilitas Jaringan Listrik

Badai geomagnetik ini memicu arus liar pada kabel transmisi listrik jarak jauh. Perusahaan listrik harus memantau trafo mereka agar tidak terjadi overheating atau kebakaran.

Namun, fenomena aurora tahun ini menurut lembaga pemantau cuaca antariksa masih dalam batas aman dan tidak menimbulkan dampak teknologi yang signifikan.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: fenomena aurora
Via: aurora
Tags: aurorabacaini.idbadai mataharifenomena aurora
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: istimewa

Menteri Keuangan Mutasi Sejumlah Pejabat Eselon II

Ilustrasi IHSG. Foto: istimewa

Ramai Berita MSCI Picu Anjloknya Saham, Ini Penjelasan Sederhananya

Aurora berwarna merah dan hijau terlihat di langit Eropa akibat badai Matahari Januari 2026

Aurora Muncul di Berbagai Negara, Ini Penjelasan Ilmiah Badai Matahari Januari 2026

  • Infografik daftar event Jawa Timur yang masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026

    KEN 2026 Jawa Timur: Kediri, Blitar, Tulungagung Gugur, Trenggalek Melaju

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cuaca Ekstrem Melanda Jawa Timur, BMKG Sebut Blitar Raya hingga Madura Jalur Utama Angin Kencang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Curhat Ressa di Podcast Denny Sumargo Bikin Publik Berbalik Serang Denada

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bus Harapan Jaya Terobos Lampu Merah, Tabrak Mobil, Motor, dan Rumah di Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In