Bacaini.ID, KEDIRI — Angin kencang yang melanda wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir merupakan dinamika atmosfer yang terjadi bersamaan.
Di wilayah Jawa Timur (Jatim) kecepatan angin sesuai laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bisa mencapai 26–30 km/jam, utamanya saat terjadi badai petir.
Di wilayah Blitar Raya misalnya, angin kencang berlangsung sepanjang hari tiada henti. Angin kencang membuat pohon-pohon berayun-ayun. Juga menggerakkan bagian atas rumah-rumah warga.
Baca Juga:
- Prakiraan Cuaca Buruk di Jawa Timur Seminggu ke Depan
- Cuaca Ekstrem Paksa Nelayan Trenggalek Berhenti Melaut
Catatan BMKG menyebut Blitar Raya terdeteksi sebagai jalur utama angin. Kemudian juga Malang Raya dan Pulau Madura. BMKG memprediksi cuaca ekstrem dan angin kencang akan berlangsung hingga 30 Januari 2026.
Pada Sabtu (24/1/2026) ini BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang dan cuaca ekstrem yang melanda berbagai wilayah di Indonesia.
Berikut beberapa faktor yang memicu cuaca ekstrem.
• Bibit Siklon Tropis 97S
Terbentuknya bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia memicu terjadinya pola pertemuan angin (konvergensi) yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan kecepatan angin di sepanjang wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara.
• Penguatan Monsun Asia
Arus angin dari Benua Asia menuju Australia membawa massa udara basah yang lebih kuat, menyebabkan peningkatan kecepatan angin dan curah hujan di wilayah Jawa Timur.
• Puncak Musim Hujan
Wilayah Jawa Timur saat ini berada pada periode puncak musim hujan, yang ditandai dengan pembentukan awan Cumulonimbus secara masif yang sering disertai hujan lebat dan angin kencang.
• Aktivitas Gelombang Atmosfer
Adanya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer lainnya yang aktif, turut memperparah kondisi cuaca ekstrem.
Jalur Utama Angin Kencang dan Hujan Lebat
Cuaca ekstrem terjadi merata di Indonesia, namun BMKG memprediksi kombinasi angin kencang dan hujan lebat akan terjadi di jalur utama berikut:
• Pulau Jawa
Hampir seluruh bagian pulau Jawa: DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
• Bali dan Nusa Tenggara
Waspada potensi angin kencang di wilayah pesisir.
• Sumatera Bagian Selatan dan Papua
Peningkatan pertumbuhan awan konvektif yang memicu badai petir.
Khusus untuk Jawa Timur, BMKG melaporkan kecepatan angin di wilayah ini bisa mencapai 26–30 km/jam saat terjadi badai petir.
Beberapa wilayah terdampak meliputi:
• Malang Raya
• Blitar Raya
• Pulau Madura
BMKG memprediksi bahwa cuaca ekstrem dan angin kencang ini masih akan berlangsung hingga 30 Januari 2026.
Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi pohon tumbang, papan reklame roboh, serta gelombang tinggi di wilayah pesisir selatan Jawa Timur yang bisa mencapai 6 meter.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





