Bacaini.ID, KEDIRI – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar mengkritik penarikan pajak yang dinilai membebani kelompok kecil dan lemah. Sementara kelompok ekonomi kuat justru mencari celah untuk menghindari kewajiban pajak.
Menurut Anwar, praktik semacam itu tidak hanya merusak keadilan sosial, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai agama. “Kalau ekonomi rakyat sangat lemah, jangan dipaksakan ditarik pajak. Pedagang kecil di pasar dipajaki, sementara yang kuat mengakali pajak. Dalam pandangan Islam, itu haram,” kata KH Anwar di kediamannya Pondok Pesantren Al Amin, Ngasinan, Kota Kediri, Kamis, 22 Januari 2026.
Dalam konteks penerimaan negara, KH Anwar Iskandar atau Gus War menegaskan bahwa pajak memang menjadi sumber penting bagi pemerintah. Namun, ia mengingatkan agar kebijakan perpajakan dijalankan dengan prinsip keadilan, terutama saat kondisi ekonomi masyarakat sedang lemah.
Menurutnya, pajak yang berkeadilan justru akan memperkuat basis ekonomi negara dalam jangka panjang. Ketika ekonomi rakyat bergerak dan produktif, penerimaan pajak akan tumbuh secara alami tanpa harus menekan masyarakat kecil.
Selain soal pajak, MUI juga mendorong agar dana negara dan dana perbankan disalurkan secara lebih produktif ke sektor riil, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia mengingatkan agar dana tidak hanya menumpuk di Bank Indonesia atau lembaga keuangan, tetapi benar-benar mengalir ke masyarakat.
“Kalau uang tidak beredar dan tidak produktif, ekonomi rakyat bisa berhenti. Ini berbahaya karena ekonomi bisa dijadikan senjata untuk menghancurkan sebuah negara,” kata Anwar.
Menurutnya, penyaluran dana ke sektor produktif akan menggerakkan ekonomi akar rumput, membuka lapangan kerja, dan pada akhirnya menciptakan basis pajak yang sehat dan berkelanjutan.
MUI berharap pemerintah dapat menjadikan pelemahan rupiah sebagai momentum untuk memperkuat koordinasi kebijakan sekaligus menata ulang sistem perpajakan agar lebih adil dan berpihak pada rakyat.
Penulis: AK Jatmiko
Editor: Hari Tri Wasono





