• Login
Bacaini.id
Saturday, January 31, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Prabowo Beberkan Optimisme Global dan Ujian Realisme Domestik di WEF 2026

ditulis oleh Redaksi
23 January 2026 16:38
Durasi baca: 3 menit
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato kunci pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 yang digelar pada Kamis, 22 Januari 2026, di Davos, Swiss. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato kunci pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 yang digelar pada Kamis, 22 Januari 2026, di Davos, Swiss. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Bacaini.ID, DAVOS – Presiden Prabowo Subianto memanfaatkan panggung World Economic Forum Davos 2026 untuk memproyeksikan Indonesia sebagai “titik terang global” di tengah dunia yang ia gambarkan diliputi perang, ketidakpastian, dan krisis kepercayaan antarnegara.

Di hadapan elite politik dan bisnis dunia, Prabowo menegaskan tesis klasik: tanpa perdamaian dan stabilitas, pertumbuhan ekonomi hanyalah ilusi.

Presiden menyebut Indonesia mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen selama satu dekade, inflasi di kisaran 2 persen, serta defisit fiskal di bawah 3 persen dari produk domestik bruto. Ia menekankan kredibilitas fiskal Indonesia yang “tak pernah gagal bayar” sepanjang sejarah.

Pernyataan ini terdengar meyakinkan di Davos, tetapi mengabaikan fakta bahwa stabilitas fiskal Indonesia selama ini juga ditopang oleh disiplin belanja yang sering kali berdampak pada terbatasnya kualitas layanan publik. Pertumbuhan makro belum otomatis mencerminkan perbaikan kesejahteraan mikro.

Sorotan utama pidato Prabowo adalah pembentukan Dana Investasi Negara Dantara dengan aset kelolaan yang diklaim mencapai 1 triliun dolar AS. Dana ini diposisikan sebagai mesin industrialisasi baru melalui restrukturisasi 144 BUMN dengan standar tata kelola internasional, bahkan membuka ruang bagi eksekutif asing.

Klaim skala dan profesionalisme ini menimbulkan pertanyaan klasik: seberapa transparan struktur pengelolaan Dantara, bagaimana mekanisme akuntabilitasnya, dan sejauh mana publik bisa mengawasi konsentrasi kekuasaan ekonomi dalam satu entitas raksasa.

Di bidang sosial, Presiden mengedepankan Program Makan Bergizi Gratis yang menargetkan hampir 60 juta penerima, dengan ambisi menyajikan lebih dari 80 juta porsi per hari pada akhir 2026. Program ini diklaim menciptakan ratusan ribu lapangan kerja dan melibatkan puluhan ribu UMKM.

Namun, Prabowo tidak menjelaskan secara rinci sumber pendanaan jangka panjang, mekanisme pengawasan kualitas pangan, maupun risiko pemborosan anggaran dalam program berskala masif yang rawan inefisiensi.

Program kesehatan preventif berupa pemeriksaan gratis bagi puluhan juta warga juga dipromosikan sebagai investasi jangka panjang. Logikanya masuk akal, tetapi implementasinya bergantung pada kapasitas sistem kesehatan yang hingga kini masih timpang antarwilayah. Tanpa pembenahan distribusi tenaga medis dan fasilitas, pemeriksaan gratis berpotensi menjadi slogan populis ketimbang solusi struktural.

Dalam sektor pendidikan, pemerintah menargetkan digitalisasi masif melalui pemasangan ratusan ribu panel interaktif, renovasi puluhan ribu sekolah, serta pembangunan universitas bertaraf internasional. Prabowo juga menjanjikan 500 sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga termiskin untuk memutus rantai kemiskinan. Agenda ini ambisius, tetapi kembali memunculkan pertanyaan lama: apakah investasi fisik akan diiringi peningkatan kualitas guru, kurikulum kritis, dan kebebasan akademik.

Pidato tersebut juga menyinggung ekonomi kerakyatan melalui pembangunan puluhan ribu koperasi desa dan modernisasi desa nelayan. Contoh pilot project di Biak yang diklaim meningkatkan pendapatan nelayan hingga 60 persen terdengar menjanjikan, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan keberhasilan nasional. Pengalaman masa lalu menunjukkan banyak koperasi mati suri karena lemahnya manajemen dan intervensi politik.

Dalam isu penegakan hukum, Prabowo menegaskan sikap nol toleransi terhadap korupsi dengan menyebut penyitaan jutaan hektare lahan ilegal dan penutupan ribuan tambang ilegal. Retorika ini keras, tetapi publik masih menunggu konsistensi penegakan hukum tanpa pandang bulu, terutama terhadap aktor besar yang selama ini kerap kebal.

Menutup pidatonya, Presiden menegaskan visi swasembada pangan, energi, dan penghapusan kemiskinan ekstrem dalam empat tahun, serta komitmen integrasi ekonomi global melalui berbagai perjanjian dagang. Davos memberi panggung untuk optimisme. Tantangannya, realisasi janji-janji besar itu akan diuji bukan di forum internasional, melainkan di desa-desa, sekolah, dan ruang hidup warga Indonesia sendiri.

Penulis: Danny Wibisono
Editor: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Prabowo Subiantopresiden indonesiaWEF 2026
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Momen Mbak Wali Tebar Kebahagiaan di PAUD Thoyyiba

Gus Qowim Apresiasi Perkembangan KSPPS BMT NU Kota Kediri

Pemasangan erection girder proyek Tol Kediri–Tulungagung di Jalan Suparjan Mangun Wijaya Kota Kediri

Pemasangan Erection Girder Tol Kediri–Tulungagung Tutup Jalan Suparjan Mangun Wijaya

  • Infografik daftar event Jawa Timur yang masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026

    KEN 2026 Jawa Timur: Kediri, Blitar, Tulungagung Gugur, Trenggalek Melaju

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Banjir dan Longsor Terjang Watulimo Trenggalek, Jalan Raya Bandung–Prigi Putus Total

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral! Mbah Kirno Dikurung 20 Tahun di Ponorogo karena Ilmu Rawarontek, Polisi Ungkap Fakta ODGJ

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In