• Login
Bacaini.id
Thursday, July 30, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Warga Kediri Protes Lapangan Bola Didirikan Koperasi Merah Putih

ditulis oleh Redaksi
20 January 2026 18:11
Durasi baca: 3 menit
Kantor Desa Tempurejo, Kabupaten Kediri. Foto: bacaini/AK Jatmiko

Kantor Desa Tempurejo, Kabupaten Kediri. Foto: bacaini/AK Jatmiko

Bacaini.ID, KEDIRI – Pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa Tempurejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri menuai polemik di masyarakat. Sejumlah warga menolak rencana pemerintah desa yang akan mendirikan kantor koperasi di lapangan sepak bola.

Dalam sebuah tayangan video yang beredar luas di media sosial, terekam aksi dua warga yang mencopoti patok bambu di lapangan desa. Dalam unggahan itu, warga tersebut menyatakan penolakan bangunan koperasi didirikan di lapangan yang menjadi tempat anak-anak bermain.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Tempurejo, Agung Puger Lumadyo menegaskan bahwa pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih pada awalnya bukan direncanakan di lapangan desa.

“Rencana awalnya dibangun di SDN Tempurejo. Tapi karena luasannya tidak cukup, kemudian saya tawarkan tanah bengkok,” kata Agung kepada Bacaini.ID, Selasa, 20 Januari 2026.

Namun, lokasi tanah bengkok dinilai kurang strategis. Setelah bermusyawarah dengan Koramil, muncul opsi memanfaatkan lahan lapangan desa, yang selanjutnya dibahas melalui musyawarah desa.

“Kami sudah melaksanakan musyawarah desa. Ada berita acaranya, melibatkan BPD, perangkat desa, LPMD, RT dan RW. Gambaran rencana pembangunan sudah disampaikan di situ,” jelas Agung.

Rencana pendirian koperasi merah putih di lapangan desa ditolak warga Desa Tempurejo, Kabupaten Kediri

Dalam musyawarah itu, rencana pembangunan koperasi di lapangan desa telah disetujui dengan sejumlah catatan. Salah satunya adalah memastikan bahwa pembangunan tidak menghilangkan fungsi utama lapangan sebagai fasilitas umum.

Pemerintah desa juga mengupayakan pelebaran lapangan sebagai pengganti area yang digunakan membangun koperasi. Pelebaran ini akan merambah lahan milik PTPN 1 Djengkol yang berada di sampingnya.

“Sekarang ini kami bersama Babinkamtibmas dan Babinsa ke Surabaya untuk melaporkan dan berkoordinasi langsung dengan pihak PTPN,” kata Agung.

Jika hal itu disetujui, pemerintah desa juga akan mengembangkan kawasan ekonomi dengan mendirikan ruko, rest area, dan musholla.

Atas polemik ini, Agung memerintahkan pembangunan koperasi dihentikan dulu. Ia berharap masyarakat tetap menjaga kondusivitas serta mengedepankan musyawarah dalam menyikapi perbedaan pandangan terkait pembangunan desa.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan kehadiran Koperasi Desa Merah Putih merupakan wujud nyata kemandirian ekonomi rakyat, dari, oleh, dan untuk masyarakat desa. Koperasi dan desa saling terhubung dan tidak dapat dipisahkan.

“Koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya saat meresmikan koperasi desa di Boyolali.

Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih mendorong percepatan pembentukan koperasi untuk mendorong swasembada pangan. Pemerintah menargetkan sudah ada delapan puluh ribu kopdes yang beroperasi pada Maret 2026.

Namun program ini terhalang keterbatasan lahan di desa dan perkotaan untuk pembangunan gerai Koperasi Desa Merah-Putih. Kondisi ini menyebabkan sejumlah desa belum menunjukan progres signifikan dalam pengadaan gerai usaha pasca pembentukan KDMP.

Penulis: A.K. Jatmiko
Editor: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: kabupaten kedirikoperasikoperasi desa merah putih
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi kilang minyak dunia. Foto: istimewa

Morgan Stanley Perkirakan Krisis Pasokan Solar di Eropa Makin Parah hingga Akhir 2026

Pekerja bangunan tewas diduga tersengat listrik saat bekerja di Kota Blitar

Nestapa Pekerja Bangunan di Blitar, Tewas Diduga Tersengat Listrik

Motif Batik Encim Pekalongan dengan corak bunga warna-warni

Viral Batik Pekalongan Jadi Polemik Netizen Indonesia Vs Malaysia

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In