Bacaini.ID, KEDIRI — Setiap anak punya fase pembangkangan berdasar tingkat umur atau perkembangan psikologis mereka.
Fase tantrum ini biasanya ditandai dengan membantah, menolak perintah atau nasehat, dan bisa diikuti dengan rasa marah atau dendam.
Namun, ada kondisi khusus yang mengindikasikan bahwa sikap ‘membangkang’ ini tidak lagi normal berdasar fase perkembangan psikologis mereka. Bisa jadi ini adalah bentuk gangguan psikologis yang membutuhkan penanganan tepat.
ODD (Oppositional Defiant Disorder) atau Gangguan Pembangkangan Oposisional merupakan gangguan perilaku yang ditandai dengan pola suasana hati yang mudah marah, perilaku menantang atau argumentatif, dan sikap pendendam yang berlangsung terus-menerus.
Para ahli menekankan bahwa ODD bukan sekadar ‘kenakalan biasa’ atau fase tantrum normal, melainkan kondisi medis yang memerlukan penanganan profesional.
Baca Juga: Akibat Kurang Minum Air Putih yang Para Pria Sering Abai
Gejala Utama ODD dan Perbedaannya dengan Tantrum Biasa
Menurut National Institute of Health, gejala ODD bisa dilihat melalui perilaku tersebut berlangsung selama setidaknya 6 bulan dan terjadi dalam interaksi si anak dengan minimal satu orang yang bukan saudara kandung. Gejalanya terbagi menjadi tiga kategori.
• Marah dan Mudah Tersinggung
Sering kehilangan kesabaran, sensitif, mudah kesal, dan sering merasa benci.
• Perilaku Argumentatif dan Menantang
Sering berdebat dengan orang dewasa atau figur otoritas, aktif menolak aturan, sengaja mengganggu orang lain, dan sering menyalahkan orang lain atas kesalahannya.
• Sikap Pendendam
Menunjukkan perilaku dengki atau keinginan membalas dendam setidaknya dua kali dalam 6 bulan.
Berikut perbedaan ODD dengan ‘kenakalan’ atau tantrum normal.
Pada tantrum normal, muncul di usia 1-3 tahun dan mereda di usia 4 tahun saat komunikasi anak sudah mulai meningkat.
Sedangkan ODD, biasanya terlihat mulai usia 6 hingga 8 tahun dengan gejala lebih agresif, sering muncul dan sangat mengganggu lingkungan sekitarnya.
Baca Juga: Tip Mindful Parenting Saat Gadget Picu Tantrum Anak di Era Digital
Faktor Penyebab, Risiko dan Tingkat Keparahan ODD
Penyebab pasti ODD belum diketahui, namun para ahli menyimpulkan bahwa ODD disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor penyebab:
• Genetik dan Biologis
Riwayat keluarga dengan gangguan mental seperti ADHD, depresi atau ketidakseimbangan kimia otak (neurotransmitter).
• Faktor Lingkungan
Pola asuh yang tidak konsisten, disiplin yang terlalu keras atau kasar, kurangnya pengawasan, atau paparan kekerasan dalam keluarga.
• Faktor Psikologis
Kesulitan mengelola emosi atau adanya gangguan lain seperti ADHD. Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 40-50% anak dengan ADHD juga memiliki ODD. Sementara untuk tingkat keparahan ODD dilihat dari lingkup perilaku anak, di antaranya:
• Ringan: Gejala hanya muncul di satu lokasi, misalnya hanya ‘nakal’ saat di rumah atau saat di sekolah saja.
• Sedang: Gejala muncul di dua lokasi, misalnya di rumah dan sekolah.
• Berat: Gejala muncul di tiga lokasi atau lebih, misalnya di rumah, sekolah, dan lingkungan sosial.
Penanganan dan Pengobatan
ODD tidak bisa sembuh total dengan cepat, namun gejalanya dapat dikelola secara signifikan melalui beberapa metode. Berikut metode penanganan anak dengan ODD dikutip dari Johns Hopkins Medicine.
• Pelatihan Manajemen Orang Tua (PMT)
Mengajarkan strategi pengasuhan positif dan disiplin yang konsisten.
• Terapi Perilaku Kognitif (CBT)
Membantu anak belajar memecahkan masalah dan mengelola amarah.
• Terapi Keluarga
Memperbaiki komunikasi dan interaksi antar anggota keluarga.
• Obat-obatan
Biasanya tidak digunakan untuk ODD itu sendiri, namun untuk mengatasi kondisi anak yang juga memiliki ADHD atau gangguan kecemasan.
Berkonsultasi ke psikolog atau psikiater anak sangat disarankan apalagi jika perilaku ini mulai membahayakan si anak maupun orang lain di sekitarnya.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





