• Login
Bacaini.id
Thursday, February 19, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Batik Tulungagung Pernah Jaya, Sekarang Tinggal Cerita

Batik Tulungagung banyak diekspor ke Malang, Surabaya dan Bandung Jawa Barat. Termasuk memiliki pasar penjualan yang besar di luar Jawa

ditulis oleh Editor
2 January 2026 13:13
Durasi baca: 2 menit
batik tulungagung

Cerita batik Tuungagung yang pernah jaya (foto ilustrasi/ist)

Bacaini.ID, TULUNGAGUNG — Pada tahun 1923 Kabupaten Tulungagung Jawa Timur memimpin dalam hal industri batik. Paling terdepan di wilayah eks Karsidenan Kediri.

Tulungagung lebih unggul ketimbang Blitar, Kediri dan Trenggalek. Batik Tulungagung banyak diekspor ke Malang, Surabaya dan Bandung Jawa Barat. Termasuk memiliki pasar penjualan yang besar di luar Jawa.

Kain batik Tulungagung terkenal memiliki ketahanan warna yang bagus. Juga kekerasan. Kemudian yang terpenting lagi adalah memiliki harga yang relatif lebih murah.

Dikutip Bacaini.id Jumat (1/1/2026) dari catatan Ekonomi, Perdagangan Islam, Jawa, Yogyakarta, Surakarta/Solo, Ponorogo, Tulungagung.

Pada era kolonial ada 112 industri batik di Tulungagung. Sebagian besar berskala kecil dan semuanya milik pribumi Jawa. Sementara 13 industri batik yang lebih besar milik pengusaha Tionghoa.

Baca Juga: Batik-batik Khas Tulungagung yang Terjaga Turun-temurun

Batik Tulungagung, santri dan koperasi

Sebagian besar masyarakat Tulungagung diketahui hidup dalam lingkungan bertradisi santri. Banyak pondok pesantren dan guru independen di Tulungagung.

Karenanya pemilik usaha batik di Tulungagung mayoritas berlatar belakang santri dan bergelar haji. Kelemahan pengusaha santri adalah kesulitan mendapatkan kredit.

Sementara industri batik Tulungagung diketahui mulai tumbuh tahun 1890-an dengan produksi batik murah. Batik cap diperkenalkan sejak tahun 1880 dan berkembang pesat.

Dari melayani pasar lokal merambah ke pasar Yogyakarta dan Surabaya dengan permintaan yang besar. Banyak bahan baku batik yang didatangkan dari luar kota.

Pada tahun 1912 sebanyak 70 haji dan santri berkolaborasi mendirikan koperasi kredit untuk memberi pinjaman tanpa bunga kepada pelaku usaha yang butuh kredit.

“Tujuannya adalah untuk melawan rentenir Tionghoa,” demikian dikutip dari Ekonomi, Perdagangan Islam, Jawa, Yogyakarta, Surakarta/Solo, Ponorogo, Tulungagung.

Baca Juga: Ramalan Nostradamus di Tahun 2026: Asia Pusat Dunia, Pemimpin Mati Tiba-tiba

Pada tahun 1914 koperasi yang didirikan haji dan santri berkembang pesat. Berkembang menjadi 11 bank kecil (koperasi) dengan 1.834 pemegang saham dengan total f16.452 untuk pinjaman.

Pada saat yang sama, di Tulungagung juga berkembang industri rokok kretek. Pada tahun 1920-an Tulungagung dan Blitar menjadi pusat industri rokok kretek di luar Kudus Jawa Tengah.

Pabrik kretek pertama di Tulungagung berdiri pada tahun 1922. Pada tahun 1934 ada 7 pabrik besar dan menengah milik orang Tionghoa. Kemudian 17 usaha kecil juga milik Tionghoa.

Sementara 13 pabrik kecil milik pengusaha pribumi Jawa. Pengusaha Tionghoa di Tulungagung diketahui memiliki kepentingan komersial yang luas hingga luar pulau.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: batik tulungagung
Via: batik
Tags: bacaini.idbatikbatik tulungagungTulungagung
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: Sekuel Film 5 Cm Resmi Dirilis, Masih Ada Fedi Nuril?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi seseorang makan diam-diam saat puasa Ramadan

Konsekuensi Mokel dalam Puasa Ramadan, Begini Hukum dan Cara Menebusnya

Tangkapan layar isu yang dibahas Prabowo dengan 5 aktivis oposisi.

Prabowo Siap Habisi Perampok Negara, Said Didu: Kill or to be Killed

Ilustrasi puasa. Foto: Freepick

Bacaan Niat Puasa Ramadan Satu Bulan Penuh

  • Gedung SDN Tlogo 2 Kanigoro yang masih digunakan 182 siswa

    Pemkab Blitar Tabrak KDMP, Tolak Alih Fungsi SDN Tlogo 2 karena Masih Dipakai 182 Siswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Worldwide Latina Belt, Benarkah Orang Indonesia Berkarakter Latin? Ini Penjelasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In