Bacaini.ID, KEDIRI – Santa Klaus merupakan sosok ikonik dalam setiap momen perayaan Natal. Selalu berpenampilan kostum warna merah cerah dengan kombinasi putih.
Juga selalu mengenakan jubah dipadu celana merah dengan pinggiran bulu putih, sabuk lebar warna hitam. Tak pernah lupa memakai topi pom-pom dengan karung hadiah tersampir di pundak.
Baca Juga: Tradisi Natal Nusantara yang Unik dan Rupa-rupa Wajahnya
Karakter Santa Klaus yang ceria menambah suasana Natal penuh suka cita bagi umat Kristiani. Yang tidak banyak orang tahu, kostum Santa Klaus pada era modern berbeda dengan awal terciptanya.
Awalnya, Santa sering digambarkan dengan baju warna-warna bumi seperti hijau, cokelat, atau bahkan tan. Beberapa kartu Natal era Victorian bahkan ada yang menampilkan ilustrasi Santa berjubah biru.
Perubahan kostum Santa Klaus ke merah-putih merupakan hasil evolusi panjang dari tradisi budaya, seni, dan pengaruh komersial.
Asal-Usul Awal: Warna Hijau dan Cokelat
Sosok Santa Klaus modern berasal dari campuran berbagai tradisi. Yang paling dasar adalah Saint Nicholas, uskup dari Myra, sekarang Turki, pada abad ke-4.
Ia dikenal murah hati terhadap anak-anak dan sering digambarkan dengan jubah uskup merah-putih. Sosok Saint Nicholas seringkali dianggap sebagai inspirasi terciptanya figur Santa Klaus.
Namun di Eropa Utara dan Inggris, ada figur lain seperti Father Christmas atau roh musim dingin pagan yang mengenakan jubah hijau bertudung, yang melambangkan alam.
Pada abad ke-19 awal, gambaran Santa masih bervariasi: ada yang tan, cokelat, biru, atau hijau. Di Inggris, Father Christmas tetap hijau hingga akhir abad ke-19.
Perubahan Besar: Thomas Nast dan Warna Merah
Pada tahun 1860-an hingga 1880-an, kartunis Amerika Thomas Nast mempopulerkan gambar Santa untuk majalah Harper’s Weekly.
Awalnya, ia menggambar Santa dengan warna tan atau bahkan hijau, namun kemudian ia menetapkan merah sebagai warna utama, lengkap dengan bulu putih dan sabuk hitam.
Nast terinspirasi dari puisi ‘A Visit from St. Nicholas’ (1823) dan tradisi Saint Nicholas dari Myra. Ilustrasinya pada 1881, ‘Merry Old Santa Claus’, menjadi blueprint Santa modern.
Coca-Cola Semakin Populerkan Santa Klaus
Banyak orang percaya bahwa Coca-Cola yang ‘menciptakan’ Santa berkostum merah pada 1930-an untuk iklan Natal mereka.
Ilustrator Haddon Sundblom mulai menggambar Santa berkostum merah-putih untuk Coca-Cola sejak 1931 hingga 1964. Ilustrasi karakter yang ceria, gemuk, dan ramah membuat citra ini mendunia.
Namun klaim bahwa Coca-Cola yang menciptakan Santa berkostum merah untuk kampanye produknya, tidaklah benar.
Warna merah sudah ada puluhan tahun sebelumnya berkat kartunis Thomas Nast, seperti yang sudah dikisahkan sebelumnya. Coca-Cola hanya menstandarisasi dan mempopulerkannya secara global.
Santa Claus Modern: Merah-Putih Jadi Standar Global
Hingga kini, kostum Santa merah dengan bulu putih telah menjadi standar global, berkat kombinasi seni abad ke-19 dan kampanye iklan abad ke-20.
Warna merah melambangkan kehangatan, kegembiraan. Sementara bulu putih yang menjadi kombinasi kostum Santa, mewakili salju dan ketulusan.
Kostum yang terlihat lebih cerah dari penggambaran awal tokoh Natal ini lebih disukai masyarakat dunia. Terbukti, tak ada lagi yang pernah mencoba mengganti kostum Santa Klaus ke warna lain hingga kini.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif






Comments 1