Bacaini.ID, JOMBANG – Kementerian Haji dan Umroh Republik Indonesia akan menggunakan embarkasi baru di Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY) sebagai projek percontohan.
Dengan embarkasi baru ini pemerintah akan menggunakan hotel bintang 5 sebagai lokasi transit sebelum terbang ke tanah suci. Transit calon jamaah haji tidak lagi di asrama haji yang ada.
KH Irfan Yusuf atau Gus Irfan, Menteri Haji dan Umroh mengatakan pemakaian hotel sebagai pengganti asrama haji menjadi model baru percontohan penanganan haji.
“Ada dua penambahan embarkasi, salah satunya di DIY. Di DIY ini tidak menggunakan asrama haji namun hotel bintang lima, ” ujar Menteri Irfan Yusuf saat di Tebuireng Jombang Jumat malam (28/11/2025).
Baca Juga:
- Gus Irfan Menteri Haji dan Umroh, Ini Harapan Warga Jombang
- Tak Ada Gejolak Warga NU Bela Gus Yaqut di Korupsi Kuota Haji
- Korupsi Kuota Haji: Warga NU di Blitar Hormati Apapun Putusan KPK
Model embarkasi percontohan ini akan dimulai pada tahun 2026. Pemakaian hotel bintang 5 dinilai lebih murah ketimbang membangun asrama haji. Selain biaya pembangunan tinggi, perawatan juga tidak sedikit.
Para petugas yang sudah dilantik diminta ekstra melakukan pelayanan. Kalau embarkasi model baru ini sukses, kata Gus Irfan tahun selanjutnya akan ditambah. Hal itu untuk mempercepat pemberangkatan haji.
“Secara pembiayaan lebih murah, ” jelas Menteri Irfan Yusuf.
Pada tahun 2026 pelaksanaan embarkasi baru akan dilakukan di DIY dan Banten. Pembangunan asrama haji di Banten diketahui sudah selesai dan siap digunakan.
Soal persiapan, Menteri Irfan Yusuf memastikan seluruh jajarannya telah siap. Sebanyak 400 petugas dari berbagai pos telah dilantik dan tersebar di seluruh Indonesia.
“Sudah ada 400 dilantik untuk penanganan haji dari pusat hingga daerah, ” pungkasnya.
Penulis: Syailendra
Editor: Solichan Arif





