Bacaini.ID, ASIA TENGGARA – Banjir bandang melanda sejumlah negara di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia, khususnya di Sumatera.
Sebelum terjadi banjir bandang, sebagian besar wilayah Indonesia, Malaysia dan Thailand diguyur hujan deras selama beberapa hari.
Hujan dipicu musim monsoon. Akibatnya muncul badai tropis di kawasan Selat Malaka.
Kombinasi antara curah hujan ekstrem dan deforestasi yang diperparah perubahan iklim global, membuat banjir bandang dan tanah longsor yang menelan korban.
Baca Juga:
- Hujan Deras, Banjir Bandang dan Longsor Terjang Kecamatan Mojo
- Air Mata Korban Banjir Bandang Blitar Tumpah di Pundak Haji Beky
- Banjir Bandang di India Terjang Acara Agama: Ratusan Orang Hilang
Indonesia
Banjir bandang di wilayah Sumatera terjadi sejak Rabu (26/11) hingga kini. Melanda beberapa wilayah di provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang kini menetapkan status tanggap darurat bencana.
Berdasarkan informasi terkini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Sabtu (29/11) pagi dilaporkan korban meninggal dunia 174 orang dan korban hilang atau masih dalam pencarian sebanyak 79 orang.
Ribuan rumah warga dan bangunan fasilitas umum terendam banjir dan tanah longsor. Pemerintah pusat telah menerjunkan berbagai bantuan untuk korban bencana alam di Sumatera.
Meski muncul banyak desakan menetapkan banjir Sumatera sebagai bencana nasional, namun pemerintah pusat masih menetapkan sebagai bencana provinsi (daerah). Pemerintah memastikan semua bantuan mengalir ke lokasi terdampak.
Thailand
Banjir parah juga melanda wilayah Thailand Selatan sejak 21 November dan pemerintah Thailand menetapkan keadaan darurat di beberapa provinsi.
Pemerintah Thailand menyatakan 145 orang tewas akibat banjir di delapan provinsi dan lebih dari 3,5 juta orang terdampak.
Dalam laporan terbaru, hujan selama berhari-hari akhirnya reda pada hari Jumat (28/11) kemarin, namun rumah-rumah masih terendam banjir.
Beberapa lokasi pertandingan untuk ajang SEA Games 2025 yang seharusnya diselenggarakan di Songkhla terpaksa dipindahkan ke Bangkok akibat kerusakan venue.
Songkhla menjadi wilayah paling parah mengalami dampak banjir tahun ini di Thailand.
Malaysia
Setidaknya 10 negara bagian di Malaysia terendam banjir, bersamaan dengan banjir di Sumatera. Dua orang dilaporkan tewas dan ribuan lainnya mengungsi.
Otoritas meteorologi Malaysia masih bersiap menghadapi hujan lebat dan angin kencang, dan memperingatkan bahwa gelombang tinggi dapat menimbulkan risiko bagi kapal-kapal kecil.
Sebagian kecil pengungsi sudah mulai turun ke rumah-rumah mereka karena dianggap sudah mulai aman.
Dikutip dari Reuters, Kementerian Luar Negeri Malaysia pada hari Jumat (28/11) menyatakan telah mengevakuasi 1.459 warga negara Malaysia yang terdampak banjirThailand.
Mereka sebelumnya berada di 25 hotel yang dilaporkan terdampak banjir. Pemerintah berupaya menyelamatkan 300 warga yang masih terjebak di kawasan banjir.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





