• Login
Bacaini.id
Sunday, May 3, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Raup Cuan Dari Pengembangbiakan “Luwak”

ditulis oleh Redaksi
5 November 2025 12:06
Durasi baca: 2 menit
Ego melihat kondisi musang miliknya. Foto : Bacaini.ID/A.K Jatmiko

Ego melihat kondisi musang miliknya. Foto : Bacaini.ID/A.K Jatmiko

Bacaini.ID, KEDIRI – Seorang pecinta binatang mamalia asal Kelurahan Balowerti, Kecamatan Kota Kediri, Jawa Timur sukses menjadi peternak binatang yang tak biasa. Dialah Galuh Ego Setiawan, seorang peternak musang jenis pandan. Saat ini, pria berusia 35 tahun ini setiap bulannya bisa meraup omzet hingga puluhan juta rupiah.

Budidaya hewan tak biasa dilakoni Galuh Ego sejak tahun 2017 ini bermula dari ketertarikannya terhadap hewan eksotis. Dalam perjalanannya mengembangbiakkan musang ini, Galuh tidak sepenuhnya berjalan mulus, namun butuh perjuangan ekstra, terlebih sebelumnya Galuh harus kehilangan uang hingga ratusan juta ketika beternak 65 ekor musang, namun 50 ekor musangnya mati akibat serangan virus.

“memang sejak dulu suka musang, karena corak motifnya bagus dan potensi penjualannya bagus. Sempat pernah ternak 65 ekor musang, tapi tinggal 15 yang 50 mati karena terserang virus,” katanya.

Dari pengalaman pahit itu, ia jadikan pembelajaran hingga akhirnya berhasil meraup cuan dari hobi yang ia gemari. Sebelum bisa menikmati hasil cuan dari pembiakan musang, Galuh banyak belajar. Butuh waktu sekitar empat tahun untuk memahami karakteristiknya, mulai dari makanan-makanan yang baik untuk perkembangannya, siklus kehidupannya hingga sarana-sarana penunjang pengembangbiakan.

“Bagaimana agar musang itu tidak stres, jadi harus diperhatikan dengan jeli. Pada dasarnya semua itu harus didasari dengan hobi, jika tidak akan terasa berat,” tambahnya.

Saat ini Galuh memiliki 17 ekor musang pandan dengan jumlah indukan sebanyak 13 induk. Dalam sebulan rata-rata peternakannya bisa menghasilkan anakan kisaran 2 sampai 4 ekor dari total peliharaannya. Menurutnya, anakan musang miliknya dihargai mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 20 juta, bahkan untuk corak atau motif pied harganya bisa lebih mahal lagi dengan usia 1 sampai 3 bulanan.

“Jadi kalau motifnya unik seperti pied harga bisa mencapai Rp25 juta – Rp50 juta per ekor saat berusia 2-3 bulan,” jelasnya disela-sela memberi makan musang.

Angka itu terlihat fantastis, namun bagi Galuh terbilang realistis mengingat untuk pakannya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Belum lagi makanan tambahan seperti lele yang bisa menghabiskan sekitar 5 kg tiap bulannya.

Dari ternak hewan tak seperti pada umumnya itu Galuh berhasil membuktikan bahwa dari hobi bisa menghasilkan pundi-pundi rezeki. Lewat kepiawaiannya, ia sukses mengembangbiakkan musang dengan nuansa apik hingga dilirik banyak konsumen. Ia-pun mengaku bakal mengembangkan usaha yang ia rintis bersama istrinya itu. Terlebih pangsa pasar untuk usahanya itu masih terbuka lebar dan minim pesaing. Potensi itu didukung dengan banyaknya event atau kontes sehingga menambah daya pikat konsumen.

“Saat ini pembelinya melalui media sosial dan sudah tersebar di sejumlah daerah di Indonesia, inginnya kedepan bisa menjual hingga ke luar negeri, saat ini sedang mengurus perijinannya,” pungkasnya.

Penulis             : A.K Jatmiko

Editor              : Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia dengan simbol kebebasan berekspresi dan aktivitas jurnalis

Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026: Tema Perdamaian hingga Tantangan Kebebasan Media di Indonesia

Hamparan bunga liar berwarna-warni di Namaqualand saat musim semi

Wisata Bunga Liar Mendunia: Alternatif Selain Sakura, Ini Destinasi Terbaiknya

Ilustrasi Gojek. Foto: istimewa

Pemerintah Tetapkan Aturan Baru Gojek-Grab, Ini Perhitungannya

  • Ilustrasi pendidikan di zaman kolonial. Foto: istimewa

    Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In