• Login
Bacaini.id
Monday, February 16, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Ritual Tujuh Sumber, Jejak Spiritual dan Harmoni Alam di Lereng Argopuro

ditulis oleh Redaksi
17 October 2025 15:16
Durasi baca: 2 menit
pemandangan disalah satu mata air dari tujuh sumber di lereng pegunungan Hyang Argopuro

pemandangan disalah satu mata air dari tujuh sumber di lereng pegunungan Hyang Argopuro

Bacaini.ID, JEMBER – Di lereng selatan Gunung Hyang Argopuro, tujuh sumber mata air mengalir abadi menjadi nadi kehidupan warga Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Namun bagi masyarakat setempat, air dari perut bumi itu bukan sekadar untuk diminum atau mengairi sawah, melainkan warisan spiritual yang menyatukan manusia, alam, dan leluhur dalam satu harmoni.

“Ini bukan sekadar air biasa. Ada dimensi kehidupan yang lebih dalam, ada warisan spiritual dari nenek moyang,” ujar Irham Fidaruzziar, pengurus Karang Taruna Panti yang ikut melestarikan tradisi ini, Jumat (17/10/2025).

Irham menjelaskan, ketujuh sumber air tersebut melambangkan tujuh karakter mulia: ikhlas, sabar, teguh, penyayang, sederhana, jujur, dan rendah hati. Nilai-nilai ini diyakini menjadi pedoman hidup masyarakat, sebagaimana air yang mengalir memberi manfaat tanpa pamrih.

Ritual “Tilik Sumber” menjadi puncak penghormatan terhadap warisan tersebut. Warga berziarah ke tujuh lokasi: Sumber Tunjung (Desa Panti), Sumber Kembar (Desa Pakis), Balong Keramat (Desa Kemuningsari Lor), Sumber Waduk (Glagahwero), Sumber Suci (Desa Suci), Sumber Kemiri (Desa Kemiri), hingga berakhir di Sumber Suko (Desa Serut) yang melambangkan kesejahteraan hidup.

Setiap perhentian diisi dengan doa bersama, taburan bunga, dan persembahan hasil bumi.

“Kami bukan memuja airnya, tetapi menghargai karena dia adalah karunia Ilahi yang menghidupi kami,” tegas Irham.

Ritual ditutup dengan prosesi “Penyatuan Tujuh Sumber”, yaitu mencampurkan air dari seluruh lokasi dalam satu wadah besar. Air tersebut kemudian dibagikan kembali ke masing-masing desa sebagai simbol kesetaraan dan persaudaraan.

Kepala Desa Kemuningsari Lor, Abdul Waqik, menambahkan bahwa Balong Keramat memiliki jejak historis dengan Kiai Muhammad Nur, pendiri Ponpes Nahdlatul Arifin. Setiap tahun, Haul sang ulama dirayakan dengan pawai hasil bumi menuju pesantren, diikuti ribuan jamaah dari berbagai daerah.

“Ini menjadi cara kami menjaga ingatan kolektif terhadap tokoh agama sekaligus mempererat ikatan sosial lintas generasi,” ujarnya.

Di balik nilai spiritualnya, tradisi ini juga membawa berkah ekonomi. Saat prosesi berlangsung, pedagang kuliner tradisional dan pelaku UMKM lokal bisa meraup keuntungan hingga tiga kali lipat dari biasanya.

Bagi warga Panti, air bukan hanya sumber kehidupan, tapi juga cermin nilai luhur: persatuan, kesederhanaan, dan rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Penulis             : Mega

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Pantai Serang Blitar yang dikaitkan dengan laku spiritual Soeprijadi

Kebiasaan Ganjil Soeprijadi di Pantai Serang Blitar, Bertapa di Laut Selatan hingga Tantang Mitos Ratu Kidul

Wali Kota London Sadiq Khan menyalakan lampu Ramadan di kawasan West End

London Sambut Ramadan 2026, 30 Ribu Lampu LED Hiasi West End

Polisi Blitar bagi cokelat kepada pengendara saat Valentine

Bikin Kaget! Dikira Razia, Pengendara di Kota Blitar Justru Dapat Cokelat dari Polisi

  • Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

    Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Asal Makan Hasil Laut, Kenali 3 Kepiting Beracun yang Ada di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In