• Login
Bacaini.id
Tuesday, January 27, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Alasan Soekarno Tolak Proklamasikan Kemerdekaan Lebih Awal

ditulis oleh Editor
15 August 2025 05:00
Durasi baca: 3 menit
Soekarno menolak proklamasikan kemerdekaan Indonesia lebih awal

Soekarno menolak desakan Sutan Sjahrir memproklamasikan kemerdekaan Indonesia (foto/ist/Commons Wikimedia)

Bacaini.ID, KEDIRI – Jepang telah kalah oleh Sekutu. Melalui siaran radio luar negeri, Sutan Sjahrir mendengar kabar itu.

Sjahrir yang kelak mendirikan Partai Sosialis Indonesia (PSI) diam-diam memantau situasi politik global melalui jaringan radio Sekutu.

Sjahrir bahkan sudah menganalisa kekalahan Jepang sejak 10 Agustus 1945.

Keputusan Presiden AS Harry Truman menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki telah diketahuinya.

Analisanya terbukti. Pasca bom atom meledak, Kaisar Hirohito menyatakan Jepang menyerah kalah. Jaringan radio luar negeri menyiarkannya.

Tiba di bandara Kemayoran Jakarta pada 14 Agustus 1945 setelah sebelumnya dari Saigon, Soekarno-Hatta disambutnya.

Sjahrir menyampaikan kabar itu. Juga berpidato meminta Bung Karno dan Bung Hatta segera mempercepat kemerdekaan Indonesia.

Namun keduanya tidak mempercayai informasi yang disampaikan Sutan Sjahrir. Kabar kekalahan Jepang oleh Sekutu sulit diterima.

“Soekarno dan Hatta belum percaya dan mencari konfirmasi dari pembesar/panglima Jepang,” demikian dikutip dari buku Sutan Sjahrir, Demokrat Sejati, Pejuang Kemanusiaan (2010).

Proklamasi 15 Agustus 1945

Baik Bung Karno maupun Bung Hatta tetap pada pendiriannya. Bagi mereka Jepang mustahil akan kalah perang.

Karenanya mereka tetap berpegang pada rencana semula. Proses kemerdekaan Indonesia melibatkan para anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Isu pun berkembang di kalangan para aktivis pergerakan. Sjahrir dan sejumlah pemuda pejuang menolak proklamasi kemerdekaan hasil skenario Jepang.

Pada sisi lain Sutan Sjahrir tidak berhenti mendesak proklamasi kemerdekaan secepatnya dilakukan.

Ia diam-diam menyiapkan para pengikut bawah tanahnya di daerah-daerah.

“Disiagakan untuk memproklamasikan sendiri kemerdekaan, apabila gagal di Jakarta”.

Pada 15 Agustus 1945, dr Soedarsono, pengikut Sutan Sjahrir mengumandangkan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Cirebon, Jawa Barat.

Teks proklamasi kemerdekaan disusun oleh Sjahrir. Sayang, teks bersejarah itu kemudian tidak terlacak keberadaanya.

Gaung proklamasi 15 Agustus 1945 di Cirebon itu juga tidak banyak yang mendengar.

Sementara sikap Bung Karno dan Bung Hatta yang tidak percaya Jepang telah kalah membuat sejumlah pemuda pejuang merasa jengkel.

Diprakarsai oleh Sukarni, pemuda asal Garum Blitar Jawa Timur yang juga kader Tan Malaka, Soekarno-Hatta diculik.

Sukarni membawa keduanya ke Rengasdengklok dan dipaksa memproklamasikan kemerdekaan di sebuah tempat yang steril dari Jepang.

Namun upaya itu gagal. Ahmad Subardjo kemudian membawa kembali Bung Karno dan Bung Hatta ke Jakarta.

Pada 17 Agustus 1945, tepat pukul 10.00 WIB di beranda rumah Jalan Pegangsaan Timur 56. Soekarno bersama Mohammad Hatta mengumandangkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bung karnoIndonesiajepangproklamasi kemerdekaanproklamasi-kemerdekaansoekarnosutan sjahrir
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Infografik daftar event Jawa Timur yang masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026

KEN 2026 Jawa Timur: Kediri, Blitar, Tulungagung Gugur, Trenggalek Melaju

Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

Sekolah atau Koperasi? 9 SD di Tulungagung Diusulkan Jadi Gerai KDMP, 3 Masih Aktif

Ilustrasi Ratu Kalinyamat, Ratu Jepara abad ke-16 yang memimpin armada laut melawan Portugis di Malaka

Ratu Kalinyamat: Ratu Jepara yang Membuat Portugis Ketar-ketir

  • Infografik daftar event Jawa Timur yang masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026

    KEN 2026 Jawa Timur: Kediri, Blitar, Tulungagung Gugur, Trenggalek Melaju

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cuaca Ekstrem Melanda Jawa Timur, BMKG Sebut Blitar Raya hingga Madura Jalur Utama Angin Kencang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bus Harapan Jaya Terobos Lampu Merah, Tabrak Mobil, Motor, dan Rumah di Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Perlu Wisata Alam, Kuliner Khas Nganjuk Ini Bikin Orang Rela Balik Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In