• Login
Bacaini.id
Sunday, May 3, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Asal-usul Pelacuran di Kawasan Pabrik Gula

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
25 July 2025 05:00
Durasi baca: 2 menit
Asal-usul Pelacuran di Kawasan Pabrik Gula (foto ilustrasi/ist)

Asal-usul Pelacuran di Kawasan Pabrik Gula (foto ilustrasi/ist)

Bacaini.ID, TULUNGAGUNG – Pelacuran Kaliwungu menyatu dengan kawasan bekas pabrik gula warisan masa kolonial Belanda.

Berada di tepi Sungai Brantas wilayah Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, komplek prostitusi Kaliwungu tak pernah sepi.

Pelacuran Kaliwungu menyatu dengan permukiman warga. Berdekatan dengan kawasan pondok pesantren, baik di Ngunut maupun di Blitar.

Keberadaannya menjadi bukti adanya jejak prostitusi di setiap kawasan pabrik gula di Jawa.

Berawal dari Pergundikan

Praktik pelacuran di kawasan perkebunan (onderneming) dan pabrik gula di Jawa, khususnya Jawa Timur dimulai tahun 1890.

Pelacuran berangkat dari pengembangan praktik pergundikan oleh para pekerja pabrik gula, khususnya orang-orang Eropa.

Gundik atau nyai diketahui banyak datang dari perempuan kuli kontrak perkebunan. Gundik bukan hanya melayani kebutuhan ranjang.

Tapi juga mengatur urusan rumah tangga suami gelapnya, para pekerja pabrik gula yang hidup sendiri, jauh dari anak istri.

“Di antara mereka memang benar-benar berfungsi sebagai pengurus rumah tangga, sementara yang lainnya berfungsi rangkap,” demikian dikutip dari buku Bukan Tabu Nusantara (2018).

Penentangan praktik pergundikan dari kalangan orang-orang Eropa sendiri membuat banyak gundik atau nyai lepas dari suami gelapnya.

Pada sisi lain tidak sedikit gundik melarikan diri karena tidak tahan menghadapi siksaan. Mereka banting setir menjual diri untuk bertahan hidup.

Pelanggan mereka bukan hanya golongan majikan, seperti mandor atau asisten ondernemer. Para kuli perkebunan dan pabrik gula juga jadi pelanggan.

“Dengan kata lain, para tuan kebun kulit putih itu bersaing dengan para kuli lelaki dalam memuaskan nafsu mereka dengan para pelacur”.      

Keberadaan pelacur memotivasi para kuli perkebunan dan pabrik gula untuk terus memperpanjang kontrak kerja.

Bersama pelacuran muncul praktik perjudian di kawasan pabrik gula. Keberadaanya jadi hiburan bagi para pekerja kasar.

Pada awal abad ke-20, para perempuan kuli perkebunan menjadi komoditas seksual (prostitusi) yang menguntungkan.

Praktik pelacuran di kawasan pabrik gula di Jawa itu terus berlanjut dan ada yang masih lestari hingga kini.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: asal usul pelacuran pabrik gulalokalisasi kaliwungulokalisasi ngunutpabrik gulapelacuranprostitusiTulungagung
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi Gojek. Foto: istimewa

Pemerintah Tetapkan Aturan Baru Gojek-Grab, Ini Perhitungannya

Musik menjadi cara paling populer untuk meredakan stres menurut studi terbaru di Amerika Serikat (foto/ist)

Musik Linkin Park hingga Taylor Swift Jadi Pereda Stres, Ini Hasil Studinya

Ilustrasi pendidikan di zaman kolonial. Foto: istimewa

Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

  • Ilustrasi pendidikan di zaman kolonial. Foto: istimewa

    Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In