• Login
Bacaini.id
Tuesday, January 27, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Selain Nyepi, Umat Hindu Bali Ternyata Juga Merayakan Tumpek Uduh

ditulis oleh Editor
29 March 2025 22:00
Durasi baca: 2 menit
Selain Nyepi, Umat Hindu Bali Ternyata Juga Merayakan Tumpek Uduh. Tampak situasi Nyepi di salah satu jalan desa di Kabupaten Gianyar. (foto/Bacaini)

Selain Nyepi, Umat Hindu Bali Ternyata Juga Merayakan Tumpek Uduh. Tampak situasi Nyepi di salah satu jalan desa di Kabupaten Gianyar. (foto/Bacaini)

Bacaini.ID, BALI – Perayaan Hari Suci Nyepi di Bali berlangsung mulai Sabtu (29/3/2025) hingga Minggu 30 Maret 2025 tepat pukul 06.00 WIT.

Ternyata, perayaan Nyepi pada tahun 2025 ini juga bersamaan dengan tradisi Tumpek Uduh atau Tumpek Wariga atau Tumpek Bubuh atau Tumpek Pangatag.

Ketut (57), salah seorang umat Hindu Gianyar menuturkan, Tumpek Uduh adalah ritual suci agama Hindu di Bali yang bertujuan menghormati tumbuh-tumbuhan.

Secara spiritual, upacara Tumpek Uduh merupakan wujud ungkapan syukur dan penghormatan kepada Dewa Sangkara, pemelihara kesuburan alam.

“Dan pada tahun 2025 ini bebarengan dengan hari raya Nyepi,” tutur Ketut kepada Bacaini.ID Sabtu (29/3/2025).

Hari suci Tumpek Uduh diketahui bagian dari konsep Tri Hita Karana, yakni harmonisasi manusia dengan Tuhan, sesama manusia dan alam.

Tumpek Uduh dirayakan setiap 210 hari sekali dan selalu jatuh pada hari Sabtu Kliwon.

Dalam ritual Tumpak Uduh, umat Hindu di Bali melakukan ritual upacara di pohon, yakni umumnya di sawah, kebun atau pekarangan yang ada pepohonannya.

Mereka menyajikan sesajen berupa bubur sumsum (bubuh), canang dan banten lain sebagai ungkapan rasa syukur dan simbol kesuburan.  

Bersamaan itu badan pohon diketuk-ketuk sembari merapal mantera atau doa dengan harapan pohon tumbuh subur dan berbuah lebat.

Menurut Ketut, usai persembahyangan upacara Tumpek Uduh, umat melakukan penanaman bibit pohon yang itu ungkapan penghormatan nyata kepada alam.

“Karenanya, di Bali setiap menebang pohon selalu ada upacaranya dulu dan harus menanam bibit pohon baru,” terangnya.

Dalam konsep ekologis, ritual Tumpek Uduh di Bali  merupakan wujud nyata bagaimana agama, khususnya Hindu memiliki hubungan harmonis dengan alam.

Ketut menambahkan, selain Tumpek Uduh, umat Hindu di Bali juga memiliki hari suci lain, seperti Tumpek Landep dan Tumpek Kuningan.

“Dan mengetuk-ketuk batang pohon agar subur dan berbuah lebat dalam tradisi Tumpek Uduh, sama dengan konsep pertanian modern,” pungkasnya.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: BaliHindu Balinyepisabtu kliwonTumpek Uduh
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

Sekolah atau Koperasi? 9 SD di Tulungagung Diusulkan Jadi Gerai KDMP, 3 Masih Aktif

Ilustrasi Ratu Kalinyamat, Ratu Jepara abad ke-16 yang memimpin armada laut melawan Portugis di Malaka

Ratu Kalinyamat: Ratu Jepara yang Membuat Portugis Ketar-ketir

Ilustrasi GERD atau penyakit asam lambung yang viral dikaitkan dengan kematian selebgram Lula Lahfah

GERD Bisa Mematikan? Polemik Kematian Lula Lahfah dan Fakta yang Terungkap

  • Angin kencang dan awan gelap melanda wilayah Jawa Timur saat BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem

    Cuaca Ekstrem Melanda Jawa Timur, BMKG Sebut Blitar Raya hingga Madura Jalur Utama Angin Kencang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bus Harapan Jaya Terobos Lampu Merah, Tabrak Mobil, Motor, dan Rumah di Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Perlu Wisata Alam, Kuliner Khas Nganjuk Ini Bikin Orang Rela Balik Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In