• Login
Bacaini.id
Friday, July 10, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Tren Percintaan Remaja: Ini yang Harus Diajarkan Orang Tua

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
16 March 2025 05:00
Durasi baca: 3 menit
Tren Percintaan Remaja: Ini yang Harus Diajarkan Orang Tua (foto ilustrasi/freepik)

Tren Percintaan Remaja: Ini yang Harus Diajarkan Orang Tua (foto ilustrasi/freepik)

Bacaini.ID, KEDIRI – Punya anak remaja membuat para orang tua menghadapi pengasuhan yang semakin kompleks.

Masa remaja adalah masa di mana hormon berkembang. Remaja mengalami puber, baligh, dan mulai memiliki ketertarikan kepada lawan jenis.

Agar siap menghadapi puber pertamanya, ada baiknya orang tua mengenalkan tanda-tanda hubungan atau ketertarikan yang tergolong toxic.

Berikut tanda-tanda hubungan atau ketertarikan lawan jenis yang berpotensi merugikan secara psikologis anak remaja.

Breadcrumbing

Orangtua mungkin lebih mengenalnya sebagai PHP, Pemberi Harapan Palsu. Istilah breadcrumbing secara harfiah adalah ‘menebar remahan roti’.

Istilah ini berasal dari dongeng Hansel dan Gretel, di mana anak-anak menjatuhkan remah roti untuk menemukan jalan pulang.

Dalam relationship, breadcrumbing diartikan sebagai tindakan untuk membuat lawan jenis tertarik, merasa dicintai, namun tidak ada kepastian hubungan.

Remaja perlu memahami ‘jebakan perasaan’ ini agar tidak terbawa permainan lawan jenis yang hanya menginginkan perhatian saja.

Dampak breadcrumbing bisa mengganggu psikologis remaja yang masih dalam proses pencarian jati diri.

Orang tua harus mengajari anak remaja mereka bagaimana sebuah hubungan yang wajar.

Hubungan yang dilandasi rasa hormat, komunikasi yang terbuka, komitmen dan tanggung jawab.

Chameleoning

Chameleoning merupakan perilaku mengubah kepribadian, sikap, atau penampilan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, situasi sosial, atau kelompok tertentu.

Istilah ini berasal dari kemampuan bunglon mengubah warna tubuhnya untuk menyamarkan diri.

Dalam konteks sebuah hubungan, chameleoning dilakukan untuk menarik perhatian seseorang yang disukai.

Misal dengan meniru hobinya, style, mengubah perilaku agar disukai dan hal lain yang berkiblat pada seseorang.

Pada remaja, dampaknya bisa membuat mereka kehilangan jati diri dan otentikitas.

Menghadapi ini, orang tua bisa berkomunikasi secara terbuka kepada anak dan mengajak anak untuk lebih bisa menghargai nilai diri agar tidak mudah terpengaruh.

Delusionship

Perasaan yang berlebihan karena merasa seseorang juga mencintainya padahal sebenarnya tidak.

Seseorang yang mencintai, seringkali merasa bahwa orang yang dicintainya tersebut memiliki perasaan yang sama hanya karena hal kecil yang sebenarnya lazim dilakukan orang lain.

Misalnya, menjadi berbunga-bunga dan merasa diperhatikan hanya karena ketika bertemu diberi senyuman untuk menyapa.

Khayalan yang berlebihan ini berpotensi menguras energi emosional dan menjadikan seseorang menjadi tidak realistis.

Ajarkan kepada anak untuk mengendalikan emosi atau perasaan mereka, dan melihat sesuatu se-realistis mungkin agar tidak kecewa berlebihan pula di kemudian hari. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: orang tuaTren Percintaan remaja
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Semangkuk Bubur Manado, pepes tempe, dan gadon tahu ayam sebagai menu sarapan rendah kolesterol khas Indonesia

3 Sarapan Rendah Kolesterol Khas Indonesia, Sehat dan Kenyang

KA Logawa usai menabrak truk di perlintasan sebidang JPL 103 Bagor-Saradan Kabupaten Nganjuk

KA Logawa Tabrak Truk di Nganjuk, 6 Kereta Terlambat hingga 192 Menit

Ngatini didampingi kuasa hukum melaporkan dugaan kredit fiktif di PT BPR Bank Jombang ke Polres Jombang

Pedagang Sayur Laporkan BPR Bank Jombang, Dugaan Kredit Fiktif Rp70 Juta

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In