• Login
Bacaini.id
Friday, March 20, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Sawo Jadi Sandi Konsolidasi, Ini Masjid di Kediri dan Blitar Tinggalan Loyalis Diponegoro

ditulis oleh Editor
28 February 2025 17:46
Durasi baca: 3 menit
Sawo Jadi Sandi Konsolidasi, Ini Masjid di Kediri dan Blitar Tinggalan Loyalis Diponegoro (foto/ist)

Sawo Jadi Sandi Konsolidasi, Ini Masjid di Kediri dan Blitar Tinggalan Loyalis Diponegoro (foto/ist)

Bacaini.ID, KEDIRI – Keberadaan pohon sawo atau sawo kecik (Manilkara zapota) jadi penanda hampir semua masjid peninggalan pengikut Pangeran Diponegoro, selain gaya arsitekturnya yang tua.

Masjid-masjid kuno itu diketahui banyak dijumpai di wilayah eks Karesidenan Kediri Jawa Timur.

Sawo konon metafora dari sandi Sawwuu shufuufakum atau dalil lengkapnya: Sawwuu shufuufakum Fa Inna Taswiyatah Shufuufi Min Tamaamis.

Artinya lurusan shaf-shaf kalian, karena lurusnya shaf termasuk kesempurnaan salat.

Sawo diyakini sebagai simbol konsolidasi gerakan para pengikut Pangeran Diponegoro pasca kalah dalam Perang Jawa (1825-1830).

Mereka diketahui banyak yang hijrah ke wilayah Jawa Timur, khususnya eks Karesidenan Kediri.

Mereka mengubah taktik perjuangan melawan kolonial Belanda, dari sebelumnya memakai jalan bedil dan pedang berganti jalan pendidikan agama.

Tidak sedikit yang kemudian mendirikan pondok pesantren yang dimulai dari pendirian masjid. Untuk menandai keberadaan, dipakailah pohon sawo sebagai penanda.

Berikut masjid di wilayah Kediri dan Blitar yang diyakini sebagai peninggalan para pengikut Pangeran Diponegoro.

Masjid Baiturahman di Desa Tambakrejo Kediri

Masjid di Dusun Dawuhan Kecamatan Gurah ini didirikan oleh pengikut Pangeran Diponegoro yang berasal dari Purworejo, Jawa Tengah, setelah berakhirnya Perang Jawa tahun 1830.

Masjid Al Falah di Desa Adan-Adan Kediri

Dibangun pada masa kolonial Belanda oleh prajurit Pangeran Diponegoro yang menetap di daerah tersebut setelah Perang Jawa.

Masjid Darul Kurmain di Desa Kemloko Blitar

Masjid yang berada di wilayah Kecamatan Nglegok didirikan oleh pengikut Pangeran Diponegoro.

Dua pohon sawo kecik yang berada di halaman masjid menjadi penanda.

Masjid Minhajussalam di Kelurahan Kauman Blitar

Berada di wilayah Kecamatan Srengat, masjid yang berdiri pada tahun 1840 itu diyakini dibangun oleh Raden Sulaiman yang berkaitan erat dengan Pangeran Diponegoro.

Masjid di Ponpes Nurul Huda Kuningan, Kanigoro Blitar

Diyakini sebagai titik awal penyebaran agama Islam di wilayah Kabupaten Blitar.  

Keberadaan masjid dengan penanda pohon sawo kecik itu, diyakini didirikan oleh bekas laskar Pangeran Diponegoro pasca kalah dari Perang Jawa.

Masjid Baitul Yaqin Desa Krenceng Blitar

Berlokasi di wilayah Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, masjid ini didirikan tahun 1861 oleh Kiai Hasan Mustaqim, anggota Laskar Diponegoro asal Bagelen, Jawa Tengah.

Masjid ini menggabungkan gaya arsitektur joglo dan limasan dengan atap berbentuk meru bertingkat.

Selain tempat ibadah, masjid ini juga diyakini pernah menjadi tempat persembunyian Shodanco Soeprijadi, pemimpin pemberontakan PETA di Blitar.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: blitarKedirimasjid tuapangeran diponegoroPerang Jawapohon sawosawo
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi pidato Soekarno di Kongres Muhammadiyah 1965 terkait ambisi nuklir Indonesia

Fantasi Nuklir Soekarno di Kongres Muhammadiyah 1965: Ambisi Bom Atom yang Tak Terwujud

Ilustrasi kue nastar. Foto: istimewa

Nastar Menjadi Kue Lebaran Paling Dicari di 2026

Ilustrasi jalan tol. Foto: PT Jasa Marga

Perkiraan Tarif Tol di Jawa Timur untuk Kendaraan Golongan I

  • Bkami GM. Foto: istimewa

    Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pamer Hummer Listrik 4,5 M, “Rahasia” Ketenaran Gus Iqdam Dibongkar Netizen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daftar SPPG Nakal di Blitar yang Dihentikan BGN, 46 Lokasi di Kota dan Kabupaten

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hasil Sidang Isbat 2026 Dinanti, Pemerintah Umumkan 1 Syawal 1447 H Malam Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In