• Login
Bacaini.id
Friday, February 13, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Pemerintah Kota Kediri Diminta Jelaskan Sumbangan Covid-19

ditulis oleh
29 September 2020 08:12
Durasi baca: 2 menit
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan Ketua DPRD Gus Sunoto. Foto:Bacaini/BS

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan Ketua DPRD Gus Sunoto. Foto:Bacaini/BS

KEDIRI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Kediri terus menyoroti penggunaan dana penanganan Covid-19 oleh pemerintah daerah. Wali Kota Kediri Abdullah Bakar diminta membeberkan sumbangan pihak ketiga agar tak tumpang tindih dengan dana pemerintah.

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Ashari mengatakan proses refocusing dan  realokasi  anggaran dari setiap Organisasi   Pemerintah   Daerah (OPD) harus   sesuai   dengan peraturan perundang-undangan. “Perlu juga disampaikan secara terbuka dana filantropi atau sumbangan dari pihak ketiga sebagaimana tertulis di isi surat KPK tentang penerimaan sumbangan atau hibah dari masyarakat,” kata Ashari dalam penyampaian pendapat akhir fraksi di DPRD Kota Kediri, Senin 28 September 2020.

Ashari mengatakan Pemerintah Kota Kediri tak sedikit menerima bantuan atau hibah dari pihak ketiga, baik individu maupun lembaga swasta untuk penanganan Covid-19. Jika tak dijelaskan dengan gamblang, dikhawatirkan terjadi dobel anggaran, dimana pemerintah mengalokasikan belanja barang yang merupakan sumbangan pihak ketiga.

Selain itu, Partai Demokrat juga mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dalam melakukan belanja barang jasa. “Untuk menghindari praktik korupsi, mark up, kick-back, serta konflik  kepentingan,” tegas Ashari.

Hal lain yang mendapat sorotan legislatif adalah penyelenggaraan bantuan sosial. Mereka mendesak pemerintah membangun sistem pendataan dan saluran pengaduan masyarakat. Ini untuk mendukung transparansi distribusi bantuan sosial agar tepat sasaran. Sebab praktik di lapangan masih kerap ditemukan data penerima ganda atau justru tidak terdata.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Kediri Gus Sunoto memastikan lembaga yang dipimpinnya akan melakukan fungsi kontrol kepada pemerintah, terutama soal penggunaan dana penanganan Covid yang cukup besar. Selain itu wali kota diminta fokus pada pemulihan perekonomian dan pendidikan dalam langkah selanjutnya.

Menanggapi hal itu, Abdullah Abu Bakar mengaku telah melakukan apa yang menjadi masukan DPRD. Dia memastikan penganggaran dana Covid-19 telah mengacu pada keputusan Menteri Dalam Negeri. “Ibaratnya ini tadi verifikasi masalah data dari yang disumbang juga sudah disampaikan secara terbuka,” ucap Abu.

Dia juga menjamin keberadaan website Cekbansos yang bisa diakses oleh masyarakat Kota Kediri bisa dipertanggungjawabkan akurasinya. “Kami sudah menggunakan program seperti itu, tidak secara manual lagi, dan itu program yang bagus menurut saya,” tambahnya.

Sedangkan soal sumbangan dari berbagai pihak juga secara berkala telah dilaporkan kepada KPK. Menurut Abu, sumbangan yang diterima bukan berupa uang, melainkan bahan seperti kain dan sembako yang langsung didistribusikan. “Kita catat semuanya, dan kita laporkan secara berkala kepada KPK. Alhamdulillah semua itu sudah kita lakukan,” jelas Abu. (Novira/HTW)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi kepiting beracun di perairan tropis

Jangan Asal Makan Hasil Laut, Kenali 3 Kepiting Beracun yang Ada di Indonesia

Kreator Filipina sebelum makan kepiting beracun untuk konten

Viral Mati Konyol Demi Konten: Kreator 51 Tahun Tewas Usai Santap Kepiting Beracun

Konferensi pers Polres Trenggalek terkait penipuan BCA Mobile palsu

Kebelet Pinjaman Bank Rp1 Miliar, Ibu di Trenggalek Malah Kehilangan Rp150 Juta

  • Bupati Trenggalek melepas 9 pemuda yang akan belajar Pertahanan dan AI di Korea Selatan

    Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sleman Viral Lagi! Lawan Klitih Berujung Penjara 10 Tahun dan Denda 1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In