• Login
Bacaini.id
Saturday, May 2, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

AHB, Anak Muda Kediri di Ajang MilenialFest 2020

ditulis oleh
20 August 2020 19:39
Durasi baca: 2 menit
Abdul Hakim Bafagih (kiri) di forum MilinealFest 2020. Foto: AHB

Abdul Hakim Bafagih (kiri) di forum MilinealFest 2020. Foto: AHB

Memilih pasrah dan menyerahkan pengelolaan negara kepada orang tua bukanlah sikap yang tepat. Apalagi jika mengumbar nyinyir di media sosial mengecam pemerintah tanpa memberi ide yang lebih baik.

“Anak muda harus tahu dan mewarnai keputusan yang diambil pemerintah. Jangan alergi pada politik karena (politik) menentukan hidup kita,” kata Abdul Hakim Bafagih atau AHB.

Hakim adalah politisi muda yang duduk di anggota Komisi X DPR RI dari Partai Amanat Nasional. Usianya sangat belia saat terpilih menjadi legislator dari Dapil 8 Jawa Timur.

Meski ‘bau kencur’, mentalitas AHB di panggung politik tak kalah garang dengan politisi senior. Pertanyaannya cermat dan tegas saat mengorek penjelasan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio yang menjadi mitra kerjanya.

“Saya tak mau hanya jadi obyek atau angka ikut dalam arus politik nasional. Saya harus mewarnai kebijakan pemerintah dengan sudut pandang anak muda,” ujar AHB.

Sikap dinamis inilah yang mengantarkan AHB menjadi salah satu pembicara MilenialFest 2020 di XXI Djakarta Theatre. Politisi asal Kota Kediri ini disandingkan dengan sederet tokoh nasional seperti Wakil Presiden RI ke-12 Jusuf Kalla, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menkop UKM Teten Masduki, Direktur Digital Business Telkom Fajrin Rasyid, CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin, dan sederet nama besar lainnya.

Di forum yang berlangsung pada 15 dan 16 Agustus 2020 lalu, AHB bertukar konsep dengan Stafsus Kepala BKPM Pradana Indraputra dan Stafsus Menpora Alia Laksono tentang Millennials and Policy Making.

“Demokrasi itu kadang juga bicara soal kuantitas, bukan kualitas. Jadi di satu forum saat pengambilan keputusan deadlock, pasti diambil voting. Nah kalau voting didominasi yang bukan muda-muda, pasti suara kita juga kalah kan. Di situ kita gak bisa apatis,” kata AHB menjelaskan perannya di senayan.

Berdiam diri dan menyerahkan pengelolaan negara kepada orang lain, menurut AHB, bukanlah sikap strategis bagi anak muda. Sebab hampir semua sendi kehidupan masyarakat sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang diambil dari proses politik.

AHB mencontohkan, lini pariwisata tanah air banyak melibatkan anak muda sebagai pelaku usaha sekaligus pengguna jasa. Jika kebijakan pemerintah soal pariwisata tidak nyambung dengan konsep mereka, akan menyulitkan dunia usaha itu sendiri.

Besarnya potensi dan peran anak muda inilah yang menjadi alasan digelarnya MilenialFest Conference 2020. Banyak yang berharap hadirnya anak muda sebagai pemimpin dan tokoh inspirasi ini mampu mengurangi gap antara pemerintah dengan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kami sangat antusias menyambut pemimpin muda dan tokoh inspirasional yang bersedia menjadi narasumber di MilenialFest Conference. Mudah-mudahan, platform yang kami hadirkan ini mampu berkontribusi bagi milenial. Sesuai dengan cita-cita kami untuk menjadi jembatan skills dan pengetahuan bagi teman-teman di seluruh Indonesia,” ujar CEO MilenialFest Danial Iskandar dalam keterangan tertulisnya. (HTW)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: abdul hakim bafagihmilenialFestPAN
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Musik menjadi cara paling populer untuk meredakan stres menurut studi terbaru di Amerika Serikat (foto/ist)

Musik Linkin Park hingga Taylor Swift Jadi Pereda Stres, Ini Hasil Studinya

Ilustrasi pendidikan di zaman kolonial. Foto: istimewa

Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

Tradisi Sinongkelan di Desa Prambon Trenggalek dengan pertunjukan Grebeg Sinokel

Tradisi Sinongkelan Trenggalek, Jejak Pelarian Susuhunan Paku Buwono II di Bedah Kartasura

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In