• Login
Bacaini.id
Friday, February 13, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

NU Dinilai Wajar Terima Konsesi Tambang, MUI: Lahir Sebelum NKRI

ditulis oleh Editor
9 June 2024 18:10
Durasi baca: 2 menit
NU Dinilai Wajar Terima Konsesi Tambang, MUI: Lahir Sebelum NKRI. (foto/Bacaini)

NU Dinilai Wajar Terima Konsesi Tambang, MUI: Lahir Sebelum NKRI. (foto/Bacaini)

Bacaini.id, MALANG – Pemberian konsesi tambang oleh Pemerintahan RI Joko Widodo kepada lembaga Nahdlatul Ulama (NU) adalah sesuatu yang wajar.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga mantan pengurus PBNU KH Marsudi Suhud menanggapi pro kontra pemberian konsesi tambang di Kalimantan kepada NU.

Pemberian konsesi itu, kata Marsudi bagian dari upaya pemerintah melibatkan masyarakat dalam membangun bangsa. Terlebih NU merupakan organisasi keagamaan yang terlebih dulu lahir sebelum NKRI berdiri.  

”Menurut kami, ketika NU, Muhammadiyah, dan organisasi lain yang berdiri sebelum ada republik ini kemudian dihidupi pemerintah itu sudah menjadi kewajiban. Karena organisasi-organisasi inilah yang juga ikut mendirikan dan menjaga republik hingga saat ini,” ujar Marsudi Suhud usai hadir di kegiatan Mujadalah Kiai Kampung se-Indonesia di Malang, Minggu (8/6/2024).

Marsudi menerangkan jika kemudian terjadi pro kontra atas keputusan tersebut, hal itu dianggapnya biasa. Pada prinsipnya, jika memang keputusan itu bagian dari upaya pembangunan bangsa, NU akan turut mengawal.

Kemudian adanya penilaian berbagai pihak bahwa organisasi keagamaan turut andil atas terjadinya kerusakan alam, hal itu kata Marsudi akan menjadi perhatian utama dan sejak awal akan dilakukan pencegahan.

”Kalau nanti alamnya rusak, ya harus dibetulkan. Tapi semua saya kira sudah diatur, jadi jangan sampai merusak alam,” ujarnya.

Terkait hal itu, Marsudi menambahkan di dalam organisasi NU juga tidak melulu diisi oleh ahli agama, tapi juga kader berpengalaman, termasuk di sektor pertambangan. Ia percaya dalam konsesi itu juga diatur bagaimana pengelolaan tambang tidak sampai merusak alam.

”Semua pasti ada maslahat dan mudarat. Paling penting itu jangan sampai hanya menambang dan mengambil manfaatnya saja. Saya harap diperbesar lagi maslahatnya daripada mudaratnya,” ungkap Marsudi.

”Soal kapabilitas, saya kira di NU juga diisi banyak kader dengan gelar doktor, gak hanya ahli agama saja. Jadi ini saya kira adalah bagian perjuangan organisasi untuk turut membangun negara,” tambahnya.

Marsudi juga menegaskan jika hasil dari konsesi pengelolaan tambang nantinya akan digunakan untuk membangun bangsa. Ia menegaskan agar masyarakat tidak khawatir hasil konsesi ini akan digunakan untuk hal-hal yang tidak-tidak.

“Membangun bangsa itu adalah keharusan, baik membangun infrastruktur maupun kemaslahatan bangsa dan umat. Tujuan pemerintah memberi konsesi tambang kepada publik/organisasi ini pada dasarnya bertujuan untuk membangun bangsa ini bersama-sama,” pungkasnya.

Penulis: A.Ulul

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: konsesi tambangNUNU terima konsesi tambang
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Pendamping hukum Revolutionary Law Firm menyampaikan ultimatum kepada Perhutani dalam audiensi soal hak kelola hutan di Blitar

Bukan Forum Basa-basi! Warga Blitar Kepung Perhutani, Ultimatum Soal Hak Kelola KHDPK

Penukaran uang baru Lebaran 2026 di layanan BI

Penukaran Uang Baru Lebaran 2026 Dibuka, Ini Jadwal dan Cara Daftar Online

Perempuan di Trenggalek melaporkan mertuanya ke polisi atas dugaan penganiayaan

Viral Menantu Polisikan Mertua di Trenggalek, Korban Minta Kasus Tetap Diproses Hukum

  • Bupati Trenggalek melepas 9 pemuda yang akan belajar Pertahanan dan AI di Korea Selatan

    Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sleman Viral Lagi! Lawan Klitih Berujung Penjara 10 Tahun dan Denda 1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Asal Makan Hasil Laut, Kenali 3 Kepiting Beracun yang Ada di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In