Bacaini.id, JAKARTA – Kejaksaan Agung menyebut kerugian negara yang ditimbulkan dari dugaan korupsi Tata Niaga Komoditas Timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah, Tbk Tahun 2015-2022 mencapai Rp 300 triliun.
Kerugian negara sebesar Rp 300 triliun tersebut merupakan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Pada Rabu (29/5/2024) ini hasil audit BPKB tersebut diserahkan kepada Kejaksaan Agung.
Dalam rilis yang diterima Bacaini.id Rabu (29/5/2024), Kejagung juga menyebut rincian sejumlah komponen yang menjadikan total kerugian negara Rp 300 triliun. Yakni di antaranya kerugian atas kerjasama PT Timah dengan smelter swasta sebesar Rp2,285 triliun.
Kemudian kerugian atas pembayaran biji timah kepada mitra PT Timah sebesar Rp 26,649 triliun, dan kerugian lingkungan sebesar Rp271,1 triliun.
Kerugian lingkungan yang dimaksud adalah dampak dari pengambilan biji timah yang dilakukan smelter/swasta yang bekerja sama dengan oknum PT Timah di wilayah IUP PT Timah secara ilegal.
Imbas yang terjadi adalah kerusakan lingkungan. Perbuatan melawan hukum itu menimbulkan kewajiban bagi PT Timah selaku pemegang IUP untuk memulihkan kerusakan.
Disebutkan juga dalam rilis bahwa jajaran oknum Direksi PT Timah pada 2018-2019 telah bersekongkol dengan para smelter untuk mengakomodir penambangan timah ilegal di wilayah IUP PT Timah.
Persekongkolan itu dibungkus seolah-olah kesepakatan kerja sama sewa-menyewa peralatan processing peleburan timah di wilayah IUP PT Timah. Perbuatan yang dilakukan telah merugikan keuangan negara c.q. PT Timah.
Dalam kasus korupsi ini Kejagung telah menetapkan sejumlah tersangka, di antaranya Direktur Utama PT Timah Tbk 2016-2021 Mochtar Riza Pahlevi Tabrani dan Harvey Moeis, suami artis Sandra Dewi selaku kepanjangan tangan PT Refined Bangka Tin (RBT).
Sementara dengan diterimanya audit perhitungan kerugian keuangan negara, Tim Penyidik Kejaksaan Agung menyatakan akan fokus menuntaskan pemberkasan dan berkoordinasi dengan penuntut umum.
“Untuk teman-teman ketahui bahwa perkara timah telah memasuki tahap akhir pemberkasan. Saya mengharapkan dalam seminggu ke depan sudah dilimpahkan ke pengadilan,” ujar Jaksa Agung ST Burhanuddin kepada wartawan di Jakarta Rabu (29/5/2024).
Penulis: Solichan Arif