• Login
Bacaini.id
Saturday, February 14, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Hoaks Harimau Jawa di JLS Blitar dan Cerita Pembantaian Rampogan Macan  

ditulis oleh Editor
18 April 2024 15:51
Durasi baca: 2 menit
mitos kediri dimangsa harimau

Mitos berbuat jahat di 2 desa di Kabupaten Kediri Jawa Timur akan dimangsa harimau (foto/istimewa)

Bacaini.id, BLITAR – Seekor harimau Jawa (panthera tigris sondaica) tiba-tiba muncul di kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS) Kabupaten Blitar Jawa Timur. Kabar yang dilengkapi dengan rekaman video raja hutan itu, sontak viral di media sosial.

Pengunggah video harimau Jawa yang menghebohkan itu diketahui bernama Tulus Rianto (53) warga Dusun Krajan Desa Tambakrejo Kabupaten Blitar. Saat ini yang bersangkutan telah dimintai keterangan aparat kepolisian.

Aparat Polsek Wonotirto Kabupaten Blitar memastikan kabar munculnya harimau Jawa di kawasan JLS adalah hoaks atau kabar bohong. Pengunggah video juga telah diminta melakukan klarifikasi.

“Sudah kami pastikan bahwa itu adalah hoaks, pengunggah video sudah kami mintai keterangan dan mengakui itu palsu atau tidak benar,” ujar Kapolsek Wonotirto AKP Supriadi kepada wartawan Kamis (18/4/2024).

Kabar tentang munculnya harimau Jawa di kawasan JLS diketahui relatif mudah dipercaya, yakni utamanya oleh masyarakat Blitar Raya. Kenapa demikian? Hal itu terkait erat dengan kawasan hutan Blitar selatan yang tersohor sebagai markas atau kerajaan harimau.

Terutama di wilayah Lodoyo, Kecamatan Sutojayan yang selama ini dikenal sebagai habitat berkembang biaknya harimau Jawa. Sejumlah sumber menyebut, tingginya populasi harimau di belantara Lodoyo Blitar sudah terkenal seantero pulau Jawa.

Penyusutan populasi harimau Jawa berlangsung pasca tahun 1860, yakni pada saat tradisi Rampogan Macan bergeser ke Jawa Timur. Sebelumnya tradisi Rampogan Macan dan Sima Mahesa diketahui berpusat di wilayah Yogyakarta.

Rampogan Macan merupakan tradisi masyarakat Jawa membinasakan harimau di dalam gelanggang pertempuran yang tidak seimbang. Di arena itu raja rimba yang menakutkan, dibantai.

Digambarkan bagaimana harimau dilepas ke tengah barisan laki-laki pilihan atau gandek yang terdiri dari 3-4 lapis barisan dengan formasi melingkar. Pada tangan mereka terhunus tombak panjang dengan posisi mengepung.

Di Jawa Timur, tradisi Rampogan Macan berlangsung di alun-alun Blitar dan Kediri. Pemerintah kolonial Belanda mendukung tradisi Rampogan Macan lantaran harimau dianggap sebagai hama yang harus ditumpas.

Imbasnya banyak harimau yang berasal dari hutan Lodoyo Blitar mati terbunuh. Sejarawan asing Peter Boomgard dalam Death to The Tiger menyebut, merosotnya jumlah harimau akibat populasi yang berkurang.

“Pada periode 1830-1860, jumlah harimau yang mati setiap tahun mencapai rata-rata 1.250 ekor. Pada tahun 1900, jumlah yang dibunuh dalam tradisi Rampogan Macan sebanyak 400 ekor”.

Seiring terus berkurangnya jumlah populasi harimau Jawa, yakni bahkan menuju punah, mulai tahun 1923 Rampogan Macan sebagai tradisi masyarakat Blitar dan Kediri menghilang dengan sendirinya

Dari sejumlah sumber yang dihimpun, pada tahun 1976, jumlah harimau Jawa hanya tersisa 3-5 ekor dan semuanya bertempat di suaka alam Meru Betiri, Jember, Jawa Timur. Mulai tahun 1980an, populasi harimau Jawa diasumsikan punah dan keberadaanya sulit dijumpai. 

Namun kendati demikian, folklor atau cerita tutur mayarakat Blitar tentang keangkeran hutan Lodoyo dengan harimaunya, hingga kini masih terjaga dengan baik.

Penulis: Solichan Arif   

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: harimau jawaharimau Jawa punahhoaksJLS Blitarkolonial Belandatradisi rampogan macan
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: Berkah Patung Macan Putih Kediri yang Terus Mengalir

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Paket MBG di Trenggalek dengan buah jeruk diduga busuk dan berulat

Buruknya Menu MBG Bikin Geram, Warga Trenggalek Terima Buah Busuk dari Dapur Yayasan

Donasi buku untuk anak-anak dalam gerakan literasi global

Tidak Suka Hari Valentine? 14 Februari Juga Diperingati Hari Pemberian Buku Internasional

Jalan Dhoho Kediri tertutup abu vulkanik Kelud

Nostalgia Erupsi Kelud 2014: Malam Mencekam, Kediri Lumpuh, Yogyakarta Gelap

  • Bupati Trenggalek melepas 9 pemuda yang akan belajar Pertahanan dan AI di Korea Selatan

    Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Asal Makan Hasil Laut, Kenali 3 Kepiting Beracun yang Ada di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sleman Viral Lagi! Lawan Klitih Berujung Penjara 10 Tahun dan Denda 1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In