• Login
Bacaini.id
Sunday, June 21, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Ibu-Anak Tewas Membusuk, Perlunya Keakraban Lingkungan

ditulis oleh
30 March 2024 18:35
Durasi baca: 2 menit
Danny Wibisono

Danny Wibisono

Kematian tragis yang menimpa ibu dan anak di kawasan Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan kembali mengejutkan masyarakat Indonesia. Ini bukan pertama kalinya nyawa manusia meregang di tengah permukiman penduduk yang padat.

Kematian ibu berinisial M, 82 tahun dan anak perempuannya berinisial P, 61 tahun tak diketahui tetangga kanan kirinya hingga berhari-hari. Mayat keduanya sudah membusuk saat warga menyadari ada yang tidak beres dari rumah mereka.

Budaya saling menyapa dan membaur antar tetangga, diakui atau tidak, sudah mulai ditinggalkan. Kondisi ini kental di permukiman kota besar, dimana warga tidak saling kenal, kecuali Pak RT dan RW karena urusan administrasi.

Keberadaan petugas keamanan atau security di perumahan bukan solusi untuk mengawasi setiap penghuni rumah. Diperlukan kesadaran setiap warga untuk saling mengontrol dan membangun komunikasi satu sama selain. Serta mengasah kepekaan sosial terhadap hal-hal yang terjadi di sekitar kita.

Kesadaran tersebut penting untuk dikuatkan kembali, di tengah bergesernya komunikasi masyarakat ke piranti elektronik. Keberadaan Grup WhatsApp yang jamak di setiap komunitas, termasuk perumahan selayaknya benar-benar difungsikan sebagai sarana komunikasi yang ‘benar’.

Komunikasi yang memberi kontribusi informasi positif, bukan media penyebar hoax yang jelas rimbanya. Dari Grup WhatsApp pula sesama warga bisa saling mengabarkan satu sama lain, tanpa dibumbui sikap ‘kepo’ yang membuat anggota grup kurang nyaman.

Jika setiap anggota rumah peduli dengan 3-4 rumah di sebelahnya, entah berkomunikasi atau sekedar saling mengirim makanan, niscaya peristiwa tragis yang terjadi di Cilandak tidak akan terjadi.

Penulis: Danny Wibisono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: ibu anak tewas membusukjakartakomunikasi sosialkriminalitas
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Pelukis membuat karya di kawasan rumah kelahiran Bung Karno saat Haul Soekarno di Ploso Jombang

Haul Bung Karno Diperingati dengan Melukis Rumah Kelahiran di Ploso Jombang

Ilustrasi tampilan Android 17 dengan fitur Screen Reaction dan integrasi AI untuk kreator konten

Android 17 Resmi Meluncur dengan Fitur AI dan Khusus Konten Kreator

Ilustrasi migrasi kuda purba dari Amerika Utara ke Tiongkok melalui Jembatan Darat Bering berdasarkan penelitian DNA

Studi DNA Ungkap Asal-usul Kuda Modern: Dari Amerika Diselamatkan Tiongkok

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In