• Login
Bacaini.id
Wednesday, February 11, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Aplikasi Parkir QRIS di Kediri Tak Disukai, Warga: Ribet!

ditulis oleh Editor
29 January 2024 22:33
Durasi baca: 2 menit
Aplikasi Parkir QRIS di Kediri Tak Disukai, Warga: Ribet! (foto/Bacaini)

Aplikasi Parkir QRIS di Kediri Tak Disukai, Warga: Ribet! (foto/Bacaini)

Bacaini.id, KEDIRI – Pemakaian aplikasi QRIS untuk parkir kendaraan di Kota Kediri Jawa Timur tidak diminati masyarakat.  

Layanan parkir digital itu diketahui dimulai pada tanggal 1 Januari 2024 di Jalan Dhoho, yakni jalan utama Kota Kediri. Namun masyarakat ternyata masih menyukai cara manual atau pembayaran tunai.

Seperti diungkapkan Moch Mujiani (54), salah satu juru parkir di jalan Dhoho Kediri.  Sejak awal penerapan QRIS, nyaris tidak ada pengendara yang berminat memanfaatkan aplikasi itu.

“Sejak awal Januari kemarin, blass (nihil) atau tidak ada yang memanfaatkan,” kata Moch Mujiani (54) dalam bahasa Jawa, Senin (29/1/2024).

Pemberlakukan parkir digital QRIS di jalan Dhoho diinisiasi oleh Dinas Perhubungan Kota Kediri. Aplikasi QRIS berlaku untuk plat nopol kendaraan luar kota. Tekhnisnya, pemilik kendaraan yang hendak parkir cukup melakukan scan barcode yang dikalungkan jukir.

Sesuai peraturan Wali Kota Nomor 3 Tahun 2018, tarif parkir untuk sepeda motor sebesar Rp1.000, dan Rp2.000 untuk mobil atau kendaraan roda empat. Pemberlakuan QRIS sebagai upaya mencegah kebocoran retribusi parkir di Kota Kediri.

Menurut Mujiani, masyarakat masih menyukai menggunakan uang tunai lantaran dianggap lebih efektif. “Masyarakat bilangnya ribet, jadi pada tidak mau,” tambahnya.

Berdasarkan pantauan di sekitar Jalan Stasiun hingga depan Hotel Grand Surya, masyarakat terlihat lebih memilih menggunakan uang tunai daripada melakukan scan barcode QRIS.

Terlihat Masduqi Zein, yakni jukir lain sedang menawarkan QRIS namun ditolak lantaran alasan waktu.

Masduqi mengaku tidak berhenti mensosialisasikan program QRIS, yakni selalu menawarkan setiap pemilik kendaraan yang hendak membayar parkir kendaraan.

“Ada yang mau ada yang nggak, ya masih sedikit banget, Mas. Mungkin belum terbiasa, saya kenalkan terus,” terang Masduqi.

Selain alasan waktu karena pemindaian yang lumayan lama, banyak yang beralasan tidak membawa ponsel. Kemudian tidak sedikit yang mengaku tidak memiliki aplikasi pembayaran di hp-nya.

“Kita tetap menawarkan, saya tawarkan ini ada QRIS tapi ibu-ibu, bapak-bapak gitu bilangnya nggak punya hp,” tandasnya.

Salah satu pengendara, Nanang mengakui bahwa penggunaan QRIS di pinggir jalan seperti Jalan Dhoho memang cukup ribet dan memakan banyak waktu.

“Saya pengguna QRIS juga tapi memang kalau di jalan seperti ini ribet ya, berbeda kalau di kafe atau tempat makan, kondisinya tenang,” katanya yang mengaku lebih memilih membayar tunai.

Penulis; Agung K Jatmiko

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: jalan dhohoparkir digitalparkir manualparkir QRIS
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

UNICEF

BEM UGM Surati UNICEF Usai Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT

Pete makanan kampung dijual sebagai luxury ingredient di supermarket Eropa

Pete Makanan Kampung Jadi Luxury Ingredient di Eropa, Harganya Tembus Rp600 Ribu per Kg

Suasana sidang di Pengadilan Negeri Sleman saat majelis hakim membacakan vonis 8–10 tahun penjara kepada tujuh terdakwa kasus pengeroyokan terduga klitih

Sleman Viral Lagi! Lawan Klitih Berujung Penjara 10 Tahun dan Denda 1 Miliar

  • Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

    Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sleman Viral Lagi! Lawan Klitih Berujung Penjara 10 Tahun dan Denda 1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ramalan Shio Hari Ini 5 Februari 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagu-lagu Romi Jahat: Jejak Kritik Sosial Sang Legenda Punk Indonesia yang Berpulang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In