• Login
Bacaini.id
Saturday, May 2, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kyai Sepuh NU Berkumpul di Lirboyo Bahas Soal Ini

ditulis oleh
28 June 2020 11:02
Durasi baca: 2 menit
Pertemuan Kyai Khos di Ponpes Lirboyo Kediri membahas pembukaan pesantren di masa pandemi. Foto: Panitia

Pertemuan Kyai Khos di Ponpes Lirboyo Kediri membahas pembukaan pesantren di masa pandemi. Foto: Panitia

KEDIRI – Sejumlah kyai sepuh dan pengurus pondok pesantren Nahdlatul Ulama menggelar pertemuan khusus di Ponpes Lirboyo Kediri. Mereka mendorong pemerintah pro aktif dalam pembukaan pondok pesantren di masa pandemi.

Forum tertutup di aula Lirboyo ini dimoderatori oleh Katib Am PBNU KH. Yahya Cholil Staquf.  Sejumlah Kyai Khos dari Jawa Timur dan Jawa Tengah hadir dalam pertemuan tersebut.

Diantaranya Rois Am PBNU KH. Miftahul Akhyar, KH. Anwar Mansur, KH. Kafabihi Mahrus, KH. Hasan Mutawakil Alallah, KH. Idris Hamid, KH. Agus Ali Masyhuri, KH. Anwar Iskandar, KH. Ubaidilah Faqih dan KHR. Azzaim Ibrahimy. Sedangkan dari Jawa Tengah hadir KH. Ubaidilah Shodaqoh dan KH. Muadz.

Dalam siaran persnya, pertemuan ini digelar sebagai respon atas dimulainya aktivitas belajar di beberapa pondok pesantren. Sementara sejumlah pesantren lainnya masih menghentikan kegiatan karena hambatan penerapan protokol Covid-19 yang dilakukan secara mandiri. Serta larangan dari pemerintah daerah masing-masing.

Pengasuh Ponpes Al Amien Ngasinan, KH. Anwar Iskandar mengatakan pandemi Covid-19 yang terjadi telah memukul perekonomian masyarakat, termasuk pondok pesantren. “Ketika manajemen kesehatan dan ekonomi tidak teratasi maka ancamannya adalah kerusuhan. Di lapangan, pesantren juga mengalami ancaman ekonomi. Maka perlu disuarakan dengan bijak dan arif agar kebijakan anggaran pemerintah berpihak pada pesantren,” tegasnya.

KH Hasan Mutawakil Alallah dari Pesantren Zainul Hasan Genggong berharap pesantren diberikan kebijakan independen untuk membuka atau menutup aktivitasnya. Hal ini sesuai dengan kebijakan PWNU Jawa Timur yang memberikan wewenang otonom kepada pondok pesantren.

Sementara itu Rois Am PBNU KH. Miftahul Akhyar memberikan penegasan khusus kepada pemerintah. Menurutnya pembukaan pesantren harus mendapat dukungan penuh pemerintah. “Relasi hubungan dengan pemerintah harus saling percaya, saling memberi dan mendukung,” pesannya.

Usai bertukar pandangan, para kyai sepuh mengambil tiga kesepakatan sikap bersama:

  1. Memberikan dukungan penuh kepada pesantren yang membuka kembali aktifitas pesantrennya dengan petunjuk protokol kesehatan yang ketat.
  2. Meminta kepada LAZISNU yang selama ini sudah bergerak dengan gerakan filantropinnya yang luar biasa untuk menciptakan skema bantuan yang fokus membantu pesantren dalam menerapkan protokol kesehatan.
  3. Mendorong Pemerintah untuk lebih menekankan pada kebijakan kuratif dalam program penangan covid-19 seperti membangun sarana fasilitas kesehatan yang lebih baik.

Katib Am PBNU KH. Yahya Cholil Staquf memberi catatan khusus tentang dukungan pemerintah kepada pesantren. “Kita jangan hanya bicara cluster tapi bicaralah tentang dukungan fasilitas kepada pesantren. Itu yang kita upayakan,” katanya. (*)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Covid-19LirboyoNahdlatul Ulamapondok pesantrenPWNUsantri
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Musik menjadi cara paling populer untuk meredakan stres menurut studi terbaru di Amerika Serikat (foto/ist)

Musik Linkin Park hingga Taylor Swift Jadi Pereda Stres, Ini Hasil Studinya

Ilustrasi pendidikan di zaman kolonial. Foto: istimewa

Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

Tradisi Sinongkelan di Desa Prambon Trenggalek dengan pertunjukan Grebeg Sinokel

Tradisi Sinongkelan Trenggalek, Jejak Pelarian Susuhunan Paku Buwono II di Bedah Kartasura

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sejarah May Day di Indonesia: Ajaran Semaun tentang Persatuan Buruh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In