Bacaini.id, BLITAR – Kemenag Kabupaten Blitar angkat bicara atas dugaan penganiayaan berujung tewasnya seorang siswa MTs Negeri di Kecamatan Wonodadi. Sejumlah fakta terungkap, terkait pelaku penganiayaan yang tidak lain adalah teman satu sekolah korban.
Kepala Kemenag Kabupaten Blitar, Taufiq menyebutkan jika pihaknya telah memperoleh keterangan dari kepala madrasah, guru juga pengasuh pondok pesantren terkait peristiwa yang terjadi pada Jumat, 25 Agustus 2023, kemarin. Berikut Bacaini.id merangkum 6 fakta penganiayaan berdasarkan keterangan dari Taufiq, Sabtu, 26 Agustus 2023.
1. Insiden berlangsung 5 menit
Menurut informasi dari teman satu kelas korban, saat jam istirahat KMW masuk kelas sambil berteriak-teriak lalu menghampiri tempat duduk korban. KMW memukul korban sebanyak tiga kali mengenai bagian tubuh vital tanpa perlawanan.
“Sempat dihalau teman-temannya tapi tidak bisa. Korban dipukul tiga kali di tengkuk kepala belakang dan dada tanpa perlawanan. Kurang dari lima menit, korban lalu tidak sadarkan diri,” jelas Taufiq.
2. Belajar pukulan dari YouTube
Usai kejadian, kepada gurunya, KMW mengaku mengetahui pukulan dan bagian tubuh vital yaitu tengkuk kepala belakang dan dada dari video yang dia tonton di YouTube.
“Saat dimintai keterangan, pelaku mengaku mengetahui titik serangan dari YouTube. Serangan yang tepat sasaran menyebabkan korban langsung lemas tanpa adanya serangan balik,” ungkap Taufiq.
3. Tidak bermusuhan
Sebelum kejadian, baik guru maupun teman tidak mengetahui adanya permusuhan maupun permasalahan antara KMW dengan korban. Tidak ada tanda dendam karena keduanya juga tidak pernah bersinggungan.
4. Siswa pendiam
Menurut keterangan dari guru dan teman sekolahnya, pelaku (KMW) merupakan siswa pendiam. Selama di sekolah, siswa kelas IX itu tidak pernah terlibat kenakalan maupun melanggar aturan.
5. Pelaku adalah anak yatim
Diketahui KMW adalah anak yatim. Dia merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Sehari-hari dia beraktivitas normal layaknya anak dan siswa pada umumnya.
6. Aktif berorganisasi
Selain pendiam dan tidak pernah berulah, KMW juga mengikuti ekstrakurikuler pramuka bahkan termasuk sebagai anggota yang aktif dalam kegiatan kepramukaan.
Seperti diberitakan sebelumnya, AJH, seorang siswa MTs di Kecamatan Wonodadi, Blitar meninggal dunia diduga karena dianiaya KMW, teman satu sekolah di dalam ruang kelas Jumat, 25 Agustus 2023. Akibatnya, korban tidak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia saat dilarikan ke rumah sakit. Saat ini kasus tersebut tengah ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Blitar Kota.
Penulis: Aziz
Editor: Novira





