Bacaini,id, TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek memperingati Hari Disabilitas Internasional tahun 2022. Mengusung tema “Partisipasi Bermakna Menuju Pembangunan Inkusif dan Berkelanjutan” diharapkan para penyandang disabilitas bisa semakin berdaya.
Pada acara yang berlangsung di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek, Jumat, 3 Desember 2022, Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhamad Natanegara menyebutkan ada sebanyak 5.356 penyandang disabilitas dengan beragam drajat kedisabilitasan yang ada di Kabupaten Trenggalek.
Dengan sentuhan beberapa program dari Dinsos Provinsi Jawa Timur, Dinsos PPPA Kabupaten Trenggalek serta berbagai pihak lain, sebagian kelompok rentan di Kabupaten Trenggalek mampu mengasah pontensi yang dimiliki untuk diberdayakan.
“Terima kasih Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur yang telah memberikan banyak edukasi dan program pelayanan kepada penyandang disabilitas melalui pemberdayaan komunitas Kampung Inklusi. Kemudian juga Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta, melalui kegiatan asistensi rehabilitasi sosial penyandang disabilitas,” ujar Wakil Bupati Trenggalek, Jumat 3 Desember 2022.
Syah Muhamad Natanegara juga mengapresiasi Rumah Sakit Jiwa Menur dengan program bebas pasung Jatim untuk Kabupaten Trenggalek. Begitu pula dengan yayasan pengampu dan semua pihak yang senantiasa bergandengan tangan dalam membina sekaligus merangkul kelompok rentan di Trenggalek dalam mengisi pembangunan.
Menurutnya pelatihan Jadi Pengusaha Mandiri (JAPRI) bersama USAID bagi penyandang disabilitas dianggap menjadi langkah nyata untuk memperkuat aspek pemberdayaan di sektor ekonomi dalam peningkatan kemempuan kewirausahaan.
“Tidak lupa juga dalam program asistensi rehabilitasi sosial penyandang disabilitas BBRSPDF Prof. Dr. Suharso Surakarta, penyandang disabilitas diberikan peningkatan ketrampilan kemempuan fisik fisioterapi dan layanan dasar bagi penyandang disabilitas,” sebutnya.
Dalam kegiatan ini, Penyuluh Ahli Madya BBRSDF Prof. Dr. Soeharso Surakarta, Tutik Nurning menyampaikan pesannya kepada para penyandang disabilitas yang telah mendapatkan program peningkatan kemampuan untuk tidak terlampau senang ketika usahanya sedang ramai, terus patah semangat ketika usahanya surut.
“Teruslah berusaha, karena dengan terus berusaha maka jalan rejeki itu akan terbuka,” pesan Tutk Nurning.
Selain itu Tutik Nuning juga berpesan untuk mengakses program dari BBRSDF, para penyandang disabilitas ini diminta untuk sering-sering meminta informasi kepada Dinas Sosial, karena proposal yang masuk tanpa melalui instansi terkait tidak akan dilayani.
Menutup peringatan Hari Disabilitas Internasional di Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek berpersan kepada para penyandang disabilitas untuk selalu memandang pada dirinya sendiri, sehingga bisa mengetahui potensi diri masing-masing.
“Semua orang diciptakan tidak sama. Contohnya wajah, antara satu dengan yang lain pasti tidak sama. Bahkan untuk orang kembarpun pasti ada perbedaannya. Karena itulah saya berpesan jangan memandang orang lain namun selalu pandanglah diri sendiri,” pesan Doding.
Doding juga meminta kepada para penyandang disabilitas untuk menggantungkan cita-cita setinggi-tingginya. Bahkan, dia juga mengutip lirik lagu D’Masiv Jangan Menyerah untuk memberikan semangat kepada para penyandang disabilitas yang hadir.
“Tidak ada manusia yang terlahir sempurna, namun diantara ketidak sempurnaan itu ada potensi dan kemampuan. Jadikan ini kekuatan,” tandasnya.





