• Login
Bacaini.id
Monday, April 6, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Masuk Musim Tanam, Petani Bangkalan Khawatir Pupuk Langka

ditulis oleh Editor
3 November 2022 16:11
Durasi baca: 2 menit
Petani di Bangkalan masuk awal musim panen. Foto: Bacaini/Rusdi

Petani di Bangkalan masuk awal musim panen. Foto: Bacaini/Rusdi

Bacaini.id, BANGKALAN – Ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Bangkalan mulai terancam kelangkaan. Kondisi ini meresahkan para petani karena bulan November menjadi awal musim tanam.

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan, Abdul Aziz mengatakan ada dua alasan yang berpotensi menyebabkan terjadinya kelangkaan pupuk di Kabupaten Bangkalan. Hal itu berdasarkan hasil sidak yang dilakukan di gudang pupuk penyangga di Kecamatan Socah.

“Di sana stok pupuk bersubsidi seperti urea sudah kosong dan jenis NPK Ponska hanya tersisa 400 ton,” kata Abdul Aziz, Kamis, 3 November 2022.

Sedangkan yang kedua, potensi kelangkaan pupuk juga berdasarkan data yang diperolehnya bahwa tahun ini Dinas Pertanian Jawa Timur mengurangi jatah pupuk bersubsidi untuk Bangkalan.

“Jadi kelangkaan pupuk ini tidak hanya terjadi di Socah, tapi hampir di semua kecamatan di Kabupaten Bangkalan,” terangnya.

Menurutnya, tahun lalu, jatah pupuk bersubsidi jenis urea untuk Bangkalan sebanyak 22.000 ton dan tahun ini turun menjadi kurang lebih 15.900 ton. Sedangkan pupuk NPK Ponska dari jumlah semula mencapai 13.000 ton, kini hanya dijatah 5.300 ton saja.

Abdul Aziz mengungkapkan, khusus untuk jatah pupuk ponska, seharusnya Dinas Pertanian Jawa Timur tidak sampai mengurangi lebih dari 50 persen. Sebab, sejak pemerintah mencabut subsidi tiga jenis pupuk yaitu SP36, Organik dan ZA pada 2021, banyak petani beralih ke pupuk subsidi khususnya ponska.

“Mestinya Pemprov menambah jatah pupuk ponska, bukan malah mengurangi,” imbuhnya.

Politikus PPP ini menduga pengurangan jatah pupuk bersubsidi dikarenakan rendahnya daya serap yang terjadi pada tahun 2021 lalu. Padahal penyebab daya serap rendah justru terjadi karena keterlambatan pengiriman dari pabrik pupuk PT Petrokimia Gresik.

“Apa yang terjadi tahun lalu tidak bisa dijadikan alasan, karena problemnya bukan dari petani, tapi dari pabrik yang terlambat dalam pengiriman,” bebernya.

Dengan kondisi ini Abdul Aziz berharap pemerintah Kabupaten Bangkalan segera mencari solusi agar pengurangan jatah pupuk dibatalkan. Dia khawatir, jika masalah ini tak segera diatasi hingga mengakibatkan terjadinya krisis pupuk.

“Jika krisis pupuk terjadi, program swasembada yang dicanangkan pemerintah Bangkalan akan jauh dari kata terealisasi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Bangkalan, Puguh Santoso membantah akan terjadinya kelangkaan pupuk di wilayah Bangkalan.

“Stok pupuk untuk bulan November masih cukup,” kata Puguh.

Menurutnya, jika kuota pupuk untuk Kabupaten Bangkalan tahun ini berkurang, pihaknya sudah melakukan antisipasi dengan mengirim surat permintaan tambahan kuota pupuk kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Kami antisipasi dengan mengajukan tambahan kuota ke Provinsi, untuk mengantisipasi kuota pada bulan Desember menjadi sekitar 18.500 ton. Kalau disetujui, Insyaallah cukup,” pungkasnya.

Penulis: Rusdi
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Minyak goreng. Foto: Freepick

Harga Minyak Goreng dan LPG Melejit, Emak-Emak Menjerit

Wabup dan Ketua DPRD Jombang Bersaing Jadi Ketua PKB

Hadiri Halal Bihalal PKS, Gus Qowim Ingatkan Kebersamaan Membangun Kota

  • Wawali Blitar Elim Tyu Samba tidak hadir di upacara Hari Jadi ke-120 Kota Blitar

    Ada Apa dengan Wawali Blitar Elim Tyu Samba? Absen di Hari Jadi ke-120 Kota Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Muscab PKB Blitar Penuh Kejutan, Nasa Barcelona Tantang Gus Tamim di Bursa Ketua DPC

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pamer Hummer Listrik 4,5 M, “Rahasia” Ketenaran Gus Iqdam Dibongkar Netizen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In