• Login
Bacaini.id
Wednesday, June 17, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Dorong Ekonomi UMKM, BI Bersama Pemkot Kediri Gelar FESyar 2022

ditulis oleh Editor
27 August 2022 17:12
Durasi baca: 2 menit
Kepala KPwBI Kediri bersama Wali Kota Kediri saat pembukaan FESyar 2022. Foto: Bacaini/AK.Jatmiko

Kepala KPwBI Kediri bersama Wali Kota Kediri saat pembukaan FESyar 2022. Foto: Bacaini/AK.Jatmiko

Bacaini.id, KEDIRI – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kediri bersama Pemerintah Kota Kediri mewujudkan Kota Kediri sebagai pusat pengembangan kawasan dan ekosistem halal. Kolaborasi dilakukan dengan mendorong UMKM di Kota Kediri untuk bisa memiliki label halal sebagai upaya meningkatkan nilai tambah produk mereka.

Hal tersebut di sampaikan Kepala KPwBI Kediri dalam pembukaan Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar), Sabtu, 27 Agustus 2022.

Latar belakang penyelenggaraan FESyar antara lain untuk mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, mengingat Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Di mana sebanyak 12,7 persen penduduk muslim dunia ada di Indonesia atau lebih dari 231 juta jiwa.

Besarnya jumlah populasi tersebut membuat pertumbuhan ekonomi Islam atau syariah di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Perkembangan ekonomi syariah ditunjukan dengan tumbuhnya industri-industri berbasis syariah atau industri halal, seperti makanan, minuman, pakaian atau fashion wisata, hiburan, media, farmasi dan kosmetik.

“Akan ada banyak kegiatan yang dilakukan dalam kolaborasi ini, salah satunya pelatihan serta pendampingan sertifikasi halal bagi para pelaku UMKM,” kata Choirur Rofiq.

Untuk mewujudkan UMKM berlabel halal tersebut, pihaknya bersama Pemkot kediri juga menggandeng Majelis Ulama Indonesia, Kadin, dan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Dikatakannya, berdasarkan data Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), omzet konsumsi industri halal di Indonesia mencapai AS$ 184 miliar per tahun dan 43 persennya merupakan produk makanan dan minuman.

“Pada tahun 2024, pemerintah mencanangkan agar semua produk, terutama makanan dan minuman, harus sudah sertifikasi halal, merujuk Undang-Undang nomor 33 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Produk Halal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Choirur Rofiq menerangkan bahwa BI senantiasa melaksanakan edukasi dan sosialisasi sebagai bagian dari strategi utama dalam upaya pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Diantaranya dengan mengadakan kampanye massal, seminar, workshop, dan talkshow. Sejak tahun 2014, BI rutin menyelenggarakan ISEF sebagai event tahunan yang terdiri dari dua kegiatan utama yaitu Sharia Economic Forum dan Sharia Fair.

Kegiatan forum terdiri dari seminar atau workshop, sedangkan Sharia Fair merupakan outlet bagi pelaku usaha industri halal, pesantren, lembaga keuangan dan lembaga terkait.

“Diharapkan melalui upaya ini, Kota Kediri akan siap dengan ekosistem bersertifikasi halal di 2024 nanti,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, sertifikasi halal yang melekat pada produk produk UMKM di Kota Kediri nantinya akan mempengaruhi peningkatan penjualan mereka.

“Sekarang masyarakat sudah cerdas terkait produk halal. Untuk itu kita membangun komunitasnya, UMKM dan ekosistemnya. Berdasarkan pengamatan, kalau sudah punya label halal, biasanya penjualan naik, keyakinan konsumen untuk membeli produk meningkat,” jelas Abdullah Abu Bakar.

Penulis: AK.Jatmiko
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: FESyar 2022KPwBI Kediripemkot kediri
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Warga mengikuti tradisi Baritan dan ritual bulan Suro di wilayah Blitar Jawa Timur

Tradisi Bulan Suro di Blitar: Dari Baritan hingga Larung Sesaji, Masih Dilestarikan Warga

Ilustrasi perbedaan tampilan wajah carb face dan protein face akibat pola konsumsi karbohidrat dan protein

Carb Face vs Protein Face, Apa Pengaruh Makanan ke Wajah?

Satpol PP Tulungagung merazia 47 pelajar yang nongkrong di warung kopi saat jam sekolah

Pelajar Tulungagung Dilarang di Warkop, Terjaring Razia Dihukum Nyanyi Indonesia Raya

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In