• Login
Bacaini.id
Thursday, June 11, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Penderita HIV-AIDS di Tulungagung Masih Rawan Diskriminasi

ditulis oleh Editor
1 July 2022 15:30
Durasi baca: 2 menit
Sejumlah ODHA di Tulungagung mengikuti kegiatan pembekalan dari KPA. Foto: Bacaini/Setiawan

Sejumlah ODHA di Tulungagung mengikuti kegiatan pembekalan dari KPA. Foto: Bacaini/Setiawan

Bacaini.id, TULUNGAGUNG – Kasus orang dengan HIV-AIDS (ODHA) di Tulunggaung saat ini sudah mencapai 3.150 orang. Meski sudah banyak masyarakat yang bisa menerima ODHA di lingkungan, namun ODHA masih rawan mengalami diskriminasi hingga lebih memilih menutup diri.

Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Tulungagung, Ifada Nur Rohmaniah mengakan bahwa potensi diskriminasi dan stigma kepada ODHA di Tulungagung masih sangat rentan terjadi. Pasalnya, beberapa masyarakat masih memiliki ketakutan dengan ODHA.

“Dulu pada 2006 saat pertama kali kasus HIV-AIDS di temukan di Tulungagung, diskriminasi terhadap ODHA sangatlah tinggi. Seperti cerita salah satu ODHA, dulu kalau dia berada diantara kerumunan, pasti kerumunan itu bubar. Bahkan bekas duduknya juga dipel, ya memang sampai sebegitunya ODHA mendapatkan diskriminasi,” ungkap Ifada kepada Bacaini.id, Jumat, 1 Juli 2022.

Ifada menjelaskan, tingkat diskriminasi dan stigma terhadap ODHA di Tulungagung saat ini bisa dikatakan sudah mulai berkurang, meski terjadi secara bertahap. Menurutnya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menurunkan potensi diskriminasi kepada ODHA.

Salah satunya dengan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat melalui tokoh masyarakat juga tokoh agama dengan melibatkan ODHA dalam sosialisasi tersebut.

“Secara perlahan, kami mencoba menghilangkan stigma masyarakat kepada ODHA. Hasilnya, pandangan masyarakat terhadap ODHA sudah jauh berbeda,” terangnya.

Meki diskriminasi sudah mulai berkurang, perempuan yang berprofesi sebagai psikolog itu mengungkapkan dari 3.150 ODHA, masih ada sekitar 2.150 ODHA yang masih menutup diri dari lingkungan. Artinya, ODHA yang sudah mulai terbuka kepada lingkungan masih minoritas.

“Memang ada banyak faktor yang harus disiapkan agar ODHA bisa terbuka kepada lingkungan, karena tentu saja butuh proses. Tapi saat ini sudah ada 300 ODHA yang kini ikut berperan aktif dalam kegiatan penanggulangan HIV-AIDS,” ujarnya.

Lebih lanjut, untuk menguatkan mental dan rohani ODHA di Tulungagung, KPA juga menggelar sejumlah kegiatan, seperti majelis taklim sinau agama. Kegiatan ini bertujuan untuk menjadi sarana ODHA untuk melakukan sosialisasi dengan lingkungan yang terbuka.

“Diskriminasi terhadap ODHA harus dilawan bersama-sama diseluruh elemen masyarakat. Karena ODHA memiliki hak yang sama dengan masyarakat lainya. Saya juga berpesan kepada ODHA untuk menjaga kesehatanya dengan meminum rutin obat ARV,” pungkasnya.

Penulis: Setiawan
Ediytor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Komisi Penanggulangan Aids TulungagungPenderita HIV AIDSTulungagung
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi sejarah kentang yang pernah ditolak masyarakat Eropa sebelum menjadi pangan populer dunia

Sejarah Kentang: Pernah Dianggap Haram di Eropa Kini Jadi Makanan Populer

Rumah adat Indonesia menyimpan pengetahuan konstruksi tradisional yang dinilai lebih adaptif terhadap gempa

4 Rumah Adat Indonesia Tahan Gempa, Bukti Kearifan Lokal Sejak Dulu

gempa Magnitudo 6,1 di Teluk Meksiko dan gempa Magnitudo 7,8 di Mindanao Filipina

Gempa Kembar Guncang Dunia, M 6,1 di Teluk Meksiko dan M 7,8 Filipina Picu Tsunami

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In