• Login
Bacaini.id
Sunday, June 21, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Ratusan Sumur Milik Warga Kota Kediri Tercemar dan Bau

ditulis oleh Editor
19 March 2022 21:13
Durasi baca: 3 menit
Air sumur salah satu warga yang tercemar, keruh dan bau. Foto:Ist

Air sumur salah satu warga yang tercemar, keruh dan bau. Foto:Ist

Bacaini.id, KEDIRI – Ratusan sumur warga Kota Kediri tercemar logam. Warga mengeluhkan sakit perut dan mulas akibat mengonsumsi air dari sumur.

Kondisi tersebut dialami warga Lingkungan Wonosari, Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto. Mereka mengatakan air dari dalam sumur berwarna kekuningan dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Ketua RW Lingkungan Wonosari, Supandi mengungkapkan kondisi ini sudah terjadi sejak belasan tahun yang lalu. Namun warga terpaksa tetap menggunakan air itu karena digunakan untuk keperluan sehari-hari.

“Kalau digunakan untuk memasak, masakannya jadi berwarna kekuningan. Sedangkan kalau digunakan untuk mencuci baju, warnanya juga berubah dan bajunya jadi gampang rusak,” kata Supandi kepada Bacaini.id, Sabtu, 19 Maret 2022.

Supandi mengungkapkan pencemaran air berawal dari aktivitas warga yang memang seringkali membangun rumah dengan mencetak batu bata merah sendiri.

Puluhan tahun yang lalu, banyak tanah digali, hingga kemudian ditimbun dengan material atau limbah pabrik dari perusahaan rokok yang dulu sempat ada di lingkungan setempat.

“Dulu warga mendapat limbah pabrik itu gratisan,” imbuhnya.

Disebutkannya, ada sekitar 200 Kepala Keluarga yang terdampak kondisi air yang tercemar. 

Mewakili warganya, Supandi meminta kepada Pemerintah Kota Kediri untuk segera turun tangan dan memberikan solusi. Karena ada sekitar 200 Kepala Keluarga terdampak air sumur yang tercemar.

“Kami minta bantuan kepada pemerintah, karena air ini menjadi kebutuhan utama untuk kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, Dokter Fauzan Adhima mengatakan pihaknya telah meninjau lokasi dan melakukan uji lab. Pihaknya memastikan jika air sumur warga tercemar kandungan logam dan bakteri e-coli.

Petugas Dinkes juga telah melakukan pemeriksaan kesehatan kepada ratusan warga setempat. Namun, pihaknya belum menyimpulkan apakah sakit yang dialami warga murni akibat dari percemaran air.

“Berdasarkan data kami baik dalam pengobatan gratis hari ini ataupun rekam medis belum mengarah ke sana,” kata Dokter Fauzan.

Dijelaskannya, dampak kesehatan yang diakibatkan pencemaran logam dan e-coli cukup bervariasi. Dalam jangka pendek, dampak yang mungkin terjadi salah satunya adalah kelainan kulit seperti gatal.

Sedangkan jangka menengah biasanya menyebabkan diare juga kekurangan gizi terutama pada ibu hamil dan bayi.

“Dampak jangka panjang yang paling berbahaya bisa menyebabkan kanker, kelainan pada ginjal, hati dan organ vital lainnya,” imbuhnya.

Sebagai upaya pencegahan, lanjutnya, agar warga terhindar dari paparan pencemaran air, Pemkot Kediri, melalui Dinas PUPR dan PDAM berkolaborasi dalam penyediaan air bersih bagi warga setempat.

Hal itu dianggap paling efektif lantaran letak titik awal pencemaran hingga penyebarannya masih sulit diketahui.

“Masalahnya kejadian ini sudah muncul sejak puluhan tahun lalu. Jadi kami upayakan untuk beralih menggunakan air PDAM,” terangnya.

Dalam hal ini, pembiayaan pemasangan air PDAM akan ditanggung oleh pemerintah. Namun biaya bulanan, memang dibebankan kepada warga terkait.

Terkait dengan biaya tersebut, tidak semua warga sepakat. Sehingga opsi lain yang diambil, pemerintah berinisiatif untuk menyediakan kebutuhan air bersih yang dapat dipergunakan secara umum di sejumlah titik.

“Dalam penggunaannya warga juga masih tetap harus membayar tapi lebih murah,” pungkasnya.

Penulis: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Dinkes Kota Kedirikota kediripemkot kediriPencemaran air sumur
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi kerangka manusia berusia 5.000 tahun yang ditemukan di bekas tungku pembakaran di Gerstewitz, Jerman

Penemuan Kerangka 5.000 Tahun Diduga Bukti Ritual Tumbal Manusia

Ilustrasi sejarah Bali dari era Bali Mula hingga invasi Kerajaan Majapahit tahun 1343 Masehi

Sejarah Asal Usul Bali: Dari Bali Mula hingga Invasi Majapahit yang Melahirkan Bali Aga 

Peresmian Lagu Stasiun Madiun sebagai lagu penyambutan pelanggan kereta api oleh KAI Daop 7 di Stasiun Madiun

Lagu Stasiun Madiun Resmi Jadi Lagu Penyambutan Pelanggan Kereta Api

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In