• Login
Bacaini.id
Friday, May 22, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Ini Asal Usul Macan Putih Yang Jadi Simbol Persik

ditulis oleh
14 January 2022 09:44
Durasi baca: 2 menit
Ilustrasi macan putih dan pertapa. Foto: pexels.com/Lucas Pezeta

Ilustrasi macan putih dan pertapa. Foto: pexels.com/Lucas Pezeta

Bacaini.id, KEDIRI – Sosok macan putih yang menjadi simbol klub sepak bola Persik Kediri masih misterius. Sebagian masyarakat mempercayai jika kemunculan macan putih ada di Goa Selomangleng.

Sejumlah sumber literasi sejarah menyebutkan perwujudan macan putih erat hubungannya dengan cerita rakyat Gagangaking dan Bubuksah. Mereka adalah kakak adik yang bertapa di Goa Selomangleng atas perintah gurunya.

Tiba di Goa Selomangleng, Gagangaking dan adiknya Bubuksah memiliki cara masing-masing dalam bertapa. Gagangaking membatasi makan dan minum sebagai laku prihatin untuk mencapai tingkat spiritual tertinggi. Akibatnya tubuhnya menjadi kurus kering.

Sementara adiknya Bubuksah menempuh laku dengan menikmati segala hal yang duniawi, termasuk makan dan kesenangan. Akibatnya tubuhnya menjadi gemuk.

Melihat hal itu, Gagangaking mengingatkan Bubuksah agar meninggalkan cara laku tersebut. Menurutnya cara itu bisa membuatnya tergelincir dalam kenikmatan duniawi.

Namun nasihat itu diabaikan Bubuksah yang tetap memilih laku tapa yang dijalani. Akhirnya kedua bersaudara itu terlibat dalam perdebatan.

Menyaksikan kakak beradik itu berdebat, sang Batara Guru menjadi prihatin. Dia mengutus Dewa Kalawijaya untuk menguji keteguhan hati mereka.

Kalawijaya datang ke Goa Selomangleng dalam perwujudan macan putih. Dia mendatangi Gagangaking untuk memangsanya. Gagangaking menolak dan mengatakan dirinya terlalu kurus untuk santapan harimau.

Selanjutnya harimau itu beralih menemui Bubuksah dan mengatakan untuk memakannya. Di luar dugaan, Bubuksah yang dianggap kakaknya terlalu memikirkan duniawi justru mengikhlaskan tubuhnya untuk disantap macan putih. Dia meyakini penyerahan diri itu akan mengantarnya menemui dewa.

Melihat ketulusan Bubuksah, macan putih itu mengurungkan niatnya untuk memakan. Dia justru menawarkan diri menjadi tunggangan Bubuksah menuju tempat para orang suci.

Namun sebelum berangkat, Bubuksah meminta macan putih untuk mengajak serta kakaknya Gagangaking. Menurutnya, Gagangaking juga telah melakukan tapa dengan tulus. Macan putih itupun menyetujui, dengan syarat Gagangaking tidak boleh menaiki punggungnya seperti Bubuksah.

Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kota Kediri, Nur Muhyar mengatakan kisah Gagangaking dan Bubuksah itu terekam dalam relief Goa Selomangleng. Pada salah satu relief dinding goa terdapat guratan seorang pemuda menaiki harimau. Di belakangnya mengikuti pemuda lain yang berjalan dengan memegang ekor harimau. “Cerita itu tergambar dalam relief Goa Selomangleng, yang diyakini sebagai latar cerita rakyat tersebut,” kata Nur Muhyar kepada Bacaini.id, Kamis, 13 Januari 2022.

Kisah itu pula yang kemudian menjadi dasar pemilihan macan putih sebagai logo klub sepak bola Persik Kediri. Macan Putih merupakan khodam yang sangat disegani dan sakti.

Penulis: HTW
Editor: Budi S

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: KediriMacan Putihpersik
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Lokasi bus terguling di Tol Jombang-Mojokerto. Foto: bacaini/Syailendra

Sopir Mengantuk, Bus Terguling di Tol Jombang-Mojokerto

Pesona VW Klasik, si Retro Yang Tak Ramah BBM

Ilustrasi calon siswa TNI AU. Foto: istimewa

TNI AU Buka Rekruitmen Bintara Lulusan SMA/MA/SMK

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In