• Login
Bacaini.id
Monday, March 2, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Ismail Marzuki, Usir Penjajah Dengan Lagu

ditulis oleh
10 November 2021 21:24
Durasi baca: 2 menit
Ismail Marzuki menjadi logo Google

Ismail Marzuki menjadi logo Google

Bacaini.id, SURABAYA – Perjuangan merebut kemerdekaan tak selamanya ditempuh dengan perang senjata. Ismail Marzuki, seniman musik Indonesia membangkitkan semangat juang rakyat dengan lagu.

Ismail Marzuki lahir dan tumbuh di Kwitang, Jakarta pusat, 11 Mei 1914. Sebuah kawasan yang saat itu menjadi salah satu daerah kekuasaan Belanda.

Meski tidak memiliki darah seni dari kedua orang tuanya, Ma’ing, panggilan Ismail Marzuki, memiliki jiwa seni yang tinggi. Sejak kecil dia senang mendengar alunan musik dan pandai bermain beberapa alat musik seperti gitar, ukulele dan rebana.

Kemampuan bermusik Ma’ing tak lepas dari dukungan ayahnya yang bepikiran maju. Dia membuka kesempatan Ma’ing untuk mempelajari berbagai alat musik. Alhasil, meski tidak mengenyam pendidikan seni, Ma’ing menekuni kegemarannya di bidang musik.

Hingga pada akhirnya ayahnya mendorong Ma’ing untuk bergabung dengan organisasi perkumpulan kaum Betawi yang mengutamakan persatuan dan kesatuan kaum Betawi. Organisasi ini bergerak di bidang budaya, bahasa, musik, pengajaran, perdagangan, kerajinan, perawatan dan kesehatan.

Ketekunannya bermain musik membuat nama Ismail Marzuki mulai dikenal publik. Baik sebagai pemain alat musik, komposer, hingga penyanyi bersuara emas. Menginjak usia 17 tahun (1931) dia mampu menciptakan lagu pertamanya berjudul O Sarinah. Lagu itu berbahasa Belanda.

Sarinah yang menjadi inspirasinya menggambarkan sebuah bangsa yang tertindas. Perkembangan sosial politik yang terjadi di Indonesia kala itu ikut mempengaruhi proses kreatif Ismail Marzuki dalam mencipta lagu.

Lagu ciptaannya yang memotret perjuangan bangsa mampu menggugah rasa nasionalisme. Seperti Gugur Bunga, Halo-Halo Bandung, Indonesia Pusaka dan masih banyak lagi.

Karena konsisten memegang nilai-nilai merdeka yang diperjuangkan saat itu, Ismail Marzuki patut dianggap sebagai pejuang kemerdekaan. Pemerintah Indonesia menobatkan Ismail Marzuki sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2004. Hari ini, tepat di hari peringatan Pahlawan, Ismail Marzuki menjadi logo google.

Penulis: Novira Kharisma

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: ismail marzuki
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Bunda Harum mengenakan topi lebar dan kalung mutiara bergaya vintage saat kegiatan sosial

Sensasi Bunda Harum Viral! Gaya Glamor Istri Rudy Mas’ud Disebut Bak Noni Belanda

Es Pisang Ijo yang menyegarkan. Foto: istimewa

Es Pisang Ijo Jadi Primadona Menu Berbuka Warga Jakarta

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Sekretariat Presiden RI)

Presiden Prabowo Siap Mediasi Konflik Timur Tengah

  • Bkami GM. Foto: istimewa

    Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pensiunan Polisi di Blitar Tewas Tergantung di Gudang Rumah, Diduga Ada Masalah Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Blitar Tabrak KDMP, Tolak Alih Fungsi SDN Tlogo 2 karena Masih Dipakai 182 Siswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Rusak Mulai Mulus di Kabupaten Blitar, Komitmen Rijanto-Beky Dikebut Bertahap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In