• Login
Bacaini.id
Friday, February 27, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Melihat Produksi Shuttlecock Nganjuk

ditulis oleh
3 August 2021 10:42
Durasi baca: 2 menit
Ilustrasi Shuttlecock. foto: Unsplash

Ilustrasi Shuttlecock. foto: Unsplash

Bacaini.id, NGANJUK – Euphoria kemenangan ganda putri Greysia Polli – Apriyani Rahayu di Olimpiade Tokyo 2020 terasa hingga ke Nganjuk. Kota kecil di Jawa Timur ini ikut andil dalam perkembangan bulutangkis tanah air.

Di Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk inilah produksi shuttlecock untuk olah raga bulutangkis diproduksi. Sejak puluhan tahun silam, warga Desa Sumengko mengumpulkan bulu angsa untuk diolah menjadi shuttlecock.

Usaha pembuatan shuttlecock ini sudah dilakukan warga Desa Sumengko sejak tahun 1970-an. Mereka belajar teknik pembuatan shuttlecock dari pendahulu yang dipertahankan hingga sekarang.

Perintis usaha ini adalah Munaryo. Berawal dari pekerjaannya mengumpulkan bulu angsa (entok) untuk dikirim ke pabrik pembuatan shuttlecock, Munaryo memutuskan belajar sendiri membuat shuttlecock di Solo. Setelah menguasai dengan baik, dia kembali ke Nganjuk untuk merintis usaha pembuatan shuttlecock dari rumahan.

Proses produksi itu tak dikerjakan sendiri. Munaryo melibatkan tetangga kanan kiri yang bersedia membantu dan belajar bersama. Hingga akhirnya usaha itu berkembang dari usaha keluarga menjadi industri kecil pada tahun 1984.

Gelaran WBC (World Badminton Championships) pada tahun 1989 membuat industri ini makin pesat. Ketertarikan masyarakat pada olah raga bulutangkis meningkat hingga mendongkrak penjualan shuttlecock.

Usaha ini sempat tersungkur setelah serangan virus flu burung menghancurkan peternak unggas di tahun 2006. Perolehan bahan baku bulu angsa menurun drastis. Para perajin kesulitan mendapatkan bulu angsa hingga tak bisa beroperasi. Usaha ini mati suri dan hanya menyisakan pemilik modal besar yang bisa menjangkau bahan baku dengan harga tinggi.

Namun seiring hilangnya wabah tersebut mengembalikan geliat bisnis ini. Pemerintah Kabupaten Nganjuk turut membantu pertumbuhan pembuatan shuttlecock sebagai produk khas daerah.

Saat ini Desa Sumengko dikenal sebagai produsen shuttlecock yang memasok kebutuhan nasional. Kualitas produksi mereka tak kalah dengan merek pabrikan yang diolah menggunakan mesin modern.

Meski jarang didengar, peran warga Desa Sumengko dalam melahirkan bakat-bakat bulutangkis tanah air tak bisa dikecilkan. Kemenangan Greysia Polli – Apriyani Rahayu di Olimpiade Tokyo 2020 adalah buah dari kesetiaan warga Desa Sumengko dalam merawat olah raga ini. (HTW)

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bulutangkisgreysia pollinganiukolimpiade tokyoShuttlecock
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Biji selasih mengembang setelah direndam air

Keajaiban Biji Selasih Menurut dr Zaidul Akbar: Sapu Usus, Cegah Anemia, dan Stabilkan Gula Darah Saat Puasa

Logo AJI

AJI Menilai Kesepakatan Dagang dengan Amerika Mengancam Pers Indonesia

Suasana pertemuan pengruus DPK GMNI Kom FH Untag Surabaya dengan alumni.

Menjaga Arah Ideologi Organisasi, DPK GMNI Hukum Untag Surabaya Gelar Pertemuan Strategis dengan Alumni

  • Pensiunan polisi di Blitar ditemukan tewas tergantung di gudang rumahnya

    Pensiunan Polisi di Blitar Tewas Tergantung di Gudang Rumah, Diduga Ada Masalah Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Efek Narkoba yang Picu AKBP Didik Kuncoro Lakukan Penyimpangan Seksual

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Rusak Mulai Mulus di Kabupaten Blitar, Komitmen Rijanto-Beky Dikebut Bertahap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In