Bacaini.ID, TULUNGAGUNG — Sebanyak 9 bangunan sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur diusulkan menjadi gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Usulan memakai gedung SD untuk KDMP berpotensi menimbulkan gejolak di masyarakat. Sebab 3 SD di antaranya masih aktif dipakai kegiatan belajar mengajar (KBM).
Plt Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung Sukowinarno mengatakan usulan gedung SD untuk KDMP itu datang dari pemerintah desa.
Sejumlah pemerintah desa di Tulungagung beralasan kesulitan mencari lahan untuk pelaksanan proyek strategis nasional (PSN).
“Ada 9 SD yang diusulkan untuk lokasi gerai KDMP. 3 SD masih aktif, dan sisanya sudah clear atau sudah tidak aktif kegiatan belajar mengajarnya,” kata Sukowinarno kepada wartawan Senin (26/1/2026).
Baca Juga:
- Warga Wonodadi Blitar Protes Lokasi Gedung KDMP, Dinas: Kurang Sosialisasi
- Warga Kediri Protes Lapangan Bola Didirikan Koperasi Merah Putih
- Kesiapan SDM Koperasi Merah Putih di Tulungagung Diragukan
Sukowinarno mengatakan, untuk 6 SD yang sudah tidak aktif KBM, kondisinya sudah clear. Tetapi untuk 3 SD yang masih aktif, berpotensi menimbulkan gejolak.
Ada aspirasi dari wali murid dan komite sekolah bernada penolakan. Mereka khawatir jika gerai KDMP dibangun di area sekolah, maka proses pendidikan bisa terganggu.
“Beberapa wali murid dan komite menyampaikan aspirasi beragam. Ada juga yang keberatan dengan alasan SD itu masih digunakan untuk pendidikan dan sebagainya,” ungkapnya.
Dinas Pendidikan Tulungagung masih melakukan kajian mendalam. Sukowinarno ingin win win solution mengingat kedua hal tersebut sama-sama pentingnya.
Ia berharap KDMP sebagai program prioritas nasional bisa berjalan lancar dan pendidikan di Tulungagung tidak terganggu.
“Kita posisinya harus di tengah. Kita mohon waktu untuk mencari solusi yang terbaik. Karena ini benar-benar sensitif di masyarakat,” pungkasnya.
Penulis: Fikri
Editor: Solichan Arif





