Bacaini.id, KEDIRI – Lebih dari 76 hektare lahan yang tersebar di delapan kelurahan di Kota Kediri terdampak proyek pembangunan jalan tol Kediri-Tulungagung. Dari 98 peta bidang lahan sejumlah bangunan milik Pemkot Kediri juga ikut terdampak dan harus dipindahkan.
Jika sesuai rencana, target Proyek Strategis Nasional tersebut akan mulai dilaksanakan pada April 2023 mendatang. Sehingga lahan dan bangunan yang terdampak harus segera dipindahkan sebelum pengerjaan fisik dimulai.
Kepala Bappeda Kota Kediri, Chevy Ning Suyudi mengatakan bahwa penetapan lokasi tol dari Gubernur Jatim sudah diterbitkan pada 30 Desember 2022 lalu. Saat ini Pemkot Kediri tengah mengindentifikasi lahan proyek tersebut.
“Pendataan Pemkot Kediri sudah diminta Provinsi karena data tersebut akan jadi Penetapan Lokasi (Penlok),” kata Chevy, Selasa, 17 Januari 2023.
Menurutnya, Badan Pertanahan Nasional (BPN) sudah melakukan verifikasi Penlok dan ada beberapa bangunan yang terdampak. Diantaranya bangunan TPA, SDN Mrican, TK Pembina Pojok, Kantor KPU Kota Kediri dan PMI.
Sementara 98 peta bidang lahan yang terdampak tersebar di delapan kelurahan di Kecamatan Mojo dan Kecamatan Kota. Disebutkannya mulai dari Kelurahan Mrican, Gayam, Bujel, Pojok, Semampir, Nagampel, Sukorame dan Kelurahan Mojoroto.
“Meskipun ada bangunan yang harus dilakukan relokasi secepatnya sebelum proyek berjalan, namun tetap harus dikaji, karena ada standar tertentu yang harus dipenuhi,” tandasnya.
Pembangunan ini akan meprioritaskan jalan tol dari Kediri ke Bandara Dhoho Kediri. Setelah selesai baru akan dilanjutkan pembangunan tol Kediri-Tulungagung.
Editor: Novira