Bacaini.ID, KEDIRI – Tanaman herbal yang tumbuh di sekitar rumah tangga seringkali dipandang sebelah mata. Bahkan kerap dicabut karena dinilai sebagai tanaman yang mengganggu (gulma).
Padahal banyak di antaranya merupakan tanaman herbal dengan khasiat yang telah dikenal lama. Banyak yang dilupakan seiring ketergantungan masyarakat pada obat modern.
Banyak orang mencari bahan herbal jauh ke pasar atau toko kesehatan, tanpa menyadari bahwa daun, batang, hingga akar tanaman yang dicari ada di halaman sendiri.
Berikut beberapa tanaman herbal yang banyak ditemui di pekarangan rumah beserta khasiatnya.
Baca Juga: Obat Kuat Viagra Bisa Atasi Risiko Alzheimer? Ini Faktanya
Tapak Liman (Elephantopus scaber)
Di Sumatera tumbuhan ini disebut ‘Lape-lape tanah’, orang Madura menamainya ‘Talpak tana’, ada juga yang menyebutnya sebagai ‘Tutup bumi’.
Tumbuhan ini juga memiliki julukan sebagai ‘Viagra Jawa’ karena khasiatnya untuk stamina pria.
Tapak liman mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang memberikan efek farmakologis bagi kesehatan.
Seluruh bagian tumbuhan ini bermanfaat kesehatan, baik itu daun, batang maupun akarnya. Kandungan stigmasterol yang ada dalam tapak liman dipercaya mampu membentuk hormon progesteron dan memicu gairah seksual.
Dari sinilah ia mendapat julukan ‘viagra Jawa’. Berikut manfaat herbal tapak liman.
• Membantu meredakan gejala flu, batuk, dan tenggorokan gatal. Kandungan saponinnya berfungsi sebagai ekspektoran (pengencer dahak).
• Anti-inflamasi dan analgesik, meredakan nyeri menstruasi, peradangan, serta menurunkan demam.
• Membantu mengatasi masalah keputihan dan nyeri selama siklus haid.
• Kandungan flavonoid dan polifenol di dalamnya berperan sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas dan membantu pencegahan kanker atau penyakit jantung.
Menurut ahli herbal dr. Kintoko, dosis dan takaran untuk membuat jamu dari tapak liman adalah dengan merebus satu genggam tapak liman (daun, batang dan akarnya) dengan 600ml air hingga tersisa separuh (300ml).
Saring dan minum selagi hangat, satu gelas setiap hari.
Baca Juga: Ini 10 Makanan Untuk Pria yang Gampang Lemes
Bayam Duri (Amarantus spinosus)
Sering ditemukan di tanah kosong bersama rerumputan. Bayam duri sering disepelekan karena dianggap sebagai gulma dan kurang enak untuk disayur.
Bayam duri dikenal kaya akan nutrisi dan senyawa bioaktif yang sangat bermanfaat untuk kesehatan.
• Mengontrol gula darah, ekstraknya membantu menstabilkan gula darah melalui optimasi insulin. Namun perlu diingat untuk menghindari konsumsi bersama obat antidiabetes kimia.
• Kandungan zat besinya yang tinggi sangat baik untuk menambah sel darah merah, mengatasi anemia.
• Bayam duri juga bermanfaat untuk kesehatan pencernaan dan pernapasan. Secara tradisional bisa digunakan untuk mengobati diare dan gejala TBC.
• Senyawa flavonoidnya teruji memiliki efek pereda nyeri yang setara dengan obat asetosal. Menjadi analgesik alami untuk mengatasi capek-capek atau kelelahan.
Cara memanfaatkan bayam duri untuk kesehatan adalah dengan memilih daunnya yang masih muda sebanyak satu genggam, bersihkan durinya.
Setelah dicuci bersih, rebus sampai daun layu. Daun yang sudah direbus ini bisa langsung dikonsumsi sebagai lalapan. Konsumsi daun bayam duri 2-3 kali seminggu untuk mendapatkan manfaatnya secara optimal.
Baca Juga: Napi Lapas Blitar Diduga Dianiaya Hingga Koma
Beluntas (Pluchea indica)
Tanaman ini seringkali dijadikan pagar hidup di perkampungan desa. Sejak dulu beluntas dikenal sebagai bahan lalapan dan jamu tradisional.
Namun, seiring waktu kepopuleran beluntas sebagai herbal mulai memudar. Beberapa manfaat beluntas di antaranya.
• Menghilangkan bau badan dan mulut. Kandungan antibakterinya efektif menekan pertumbuhan kuman pada keringat dan rongga mulut.
• Beluntas juga baik untuk kesehatan pencernaan. Membantu menurunkan keasaman lambung, mengatasi mual, serta membantu masalah keputihan pada wanita.
• Untuk kesehatan rahim. Dipercaya dapat membantu mencegah gangguan rahim dan menjaga keseimbangan mikroflora vagina.
• Penelitian terbaru tahun 2025 menunjukkan efektivitasnya dalam membantu menurunkan kadar gula darah.
• Beluntas juga dikenal sebagai pereda nyeri. Digunakan secara tradisional untuk meredakan nyeri sendi, rematik, dan sakit pinggang.
Cara mengonsumsi beluntas untuk mendapatkan manfaat kesehatan juga terbilang mudah. Pilih daun beluntas yang masih muda dan bagus sebanyak 7 sampai 10 lembar, cuci bersih.
Masukkan dalam gelas kemudian tuang dengan air panas seperti membuat teh. Tunggu beberapa saat, minum selagi hangat.
Waktu terbaik untuk minum teh beluntas adalah pagi setelah sarapan dan lakukan rutin 3 sampai 4 kali seminggu.
Daun beluntas juga dapat dikonsumsi langsung sebagai lalapan secara rutin.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





