Bacaini.ID, KEDIRI – Sebentar lagi umat Islam di seluruh dunia akan menjalankan ibadah puasa. Selama lebih dari 12 jam mereka harus menahan diri untuk tidak makan dan minum.
Meski telah berlangsung setiap tahun, namun mitos terkait pelaksanaan ibadah puasa masih tumbuh di masyarakat. Berikut beberapa mitos puasa ramadhan yang dirangkum redaksi Bacaini.ID:
“Puasa membuat darah jadi ‘kering’ sehingga tidak boleh mandi siang hari.”
Beberapa daerah mempercayai bahwa mandi saat siang hari dapat membuat tubuh “terlalu dingin” dan mengganggu puasa. Faktanya, mandi bahkan berendam untuk menyegarkan badan, tidak membatalkan puasa selama air tidak masuk ke dalam tubuh.
“Tidak boleh memotong kuku saat puasa.”
Ini termasuk mitos tradisional yang masih ditemui di sebagian masyarakat. Faktanya, tidak ada larangan memotong kuku saat puasa. Itu hanyalah urusan kebersihan.
“Ibu hamil/menyusui yang berpuasa akan membuat anak tumbuh tidak pintar.”
Kadang muncul sebagai cerita lama. Faktanya, banyak penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil/menyusui tetap dapat puasa dengan bimbingan medis. Tidak ada hubungan dengan “kepintaran” anak.
“Jika kita menangis saat puasa, pahalanya hilang.”
Ini sering dianggap sebagai nasihat emosional. Faktanya, menangis tidak ada hubungannya dengan sah/tidaknya puasa maupun pahala, kecuali kalau disertai maksiat seperti memfitnah, marah berlebihan, dll.
“Kalau bersiul saat puasa, puasanya batal.”
Ini muncul di beberapa daerah sebagai larangan adab, bukan larangan agama. Faktanya, bersiul tidak membatalkan puasa. Namun beberapa budaya mengaitkannya dengan kurang sopan pada bulan suci.
“Jika mual lalu muntah, puasanya pasti batal.”
Banyak yang mengira semua bentuk muntah itu membatalkan puasa. Faktanya, jika muntah tidak sengaja, puasa tetap sah. Yang membatalkan adalah muntah sengaja.
“Kalau tertidur dan mimpi buruk, puasanya kurang berkah.”
Ini ada dalam cerita-cerita kampung tertentu. Faktanya, mimpi apa pun tidak memengaruhi puasa.
“Minyak angin atau balsam dapat membatalkan puasa karena masuk lewat pori-pori.”
Mitos ini cukup unik dan jarang terdengar. Faktanya, sesuatu yang masuk lewat pori-pori tidak membatalkan puasa.
“Bolehkah makan sahur setelah adzan Subuh jika adzannya ‘terlalu cepat’?”
Di beberapa tempat, ada mitos bahwa adzan Subuh “boleh diabaikan” karena dianggap kurang akurat. Faktanya, secara umum, adzan mengikuti waktu resmi. Jika sudah masuk Subuh, sahur harus dihentikan.
“Bau mulut saat puasa adalah tanda penyakit dan harus membatalkan puasa.”
Ada yang percaya bahwa bau mulut menandakan puasa tidak sehat. Faktanya, bau mulut sangat wajar ketika puasa dan tidak membatalkan puasa.
Penulis: Hari Tri Wasono





