Bacaini.id, TULUNGAGUNG – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Tulungagung mengingatkan bahaya kekerasan perempuan dan anak. Organisasi mahasiswa ini membuka diri menerima pengaduan masyarakat yang menjadi korban.
Komitmen tersebut disampaikan Gerak Studi Gender (Gestur) Dewan Pimpinan Cabang GMNI Tulungagung dalam diskusi publik, Selasa 6 Juli 2021. Diskusi daring tersebut menghadirkan aktivis perempuan Pri Handayani, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Tulungagung Winny Isnaini, dan Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Kebijakan DPC GMNI Tulungagung, Annisa Mayangtyaningrum.
“Masyarakat harus paham akan fatalnya kekekerasan anak. Sekaligus mengambil tindakan tepat dalam penanganan kasus kasus kekerasan anak,” ungkap Mayang dalam paparannya secara daring.
baca ini PMII Siapkan Advokasi Kekerasan Perempuan Tulungagung
Masih banyaknya kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak di Tulungagung menjadi perhatian serius GMNI. Melalui wadah Gestur, mereka siap mengedukasi masyarakat tentang isu gender. Sekaligus membuka pengaduan masyarakat yang menjadi korban dalam kasus kekerasan anak dan perempuan.
Hal senada disampaikan Pri Handayani, yang mengingatkan orang tua untuk mempertimbangkan perkembangan mental anak. Pengasuhan orang tua tak boleh dipisahkan dari sisi perkembangan mental anak yang sehat. “Termasuk pentingnya memperjuangkan hak hak korban kekerasan,” katanya.
Sementara Ketua LPA Tulungagung, Winny Isnaini memberikan panduan teknis penanganan jika terjadi kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. Pengetahuan ini penting bagi aktivis Gestur GMNI dalam memperjuangkan kesetaraan hak dan perlindungan perempuan serta anak.
“Ada beberapa prosedur penanganan pertama yang harus dilakukan jika terjadi kekerasan terhadap anak dan perempuan. Ini penting bagi kawan-kawan GMNI,” ujar Winny yang mengapresiasi komitmen tersebut.
LPA Tulungagung juga menyampaikan dukungan atas perjuangan Gestur GMNI untuk sama-sama memperjuangkan perempuan dan anak di Tulungagung. Kehadiran civitas kampus ini diharapkan menjadi energi baru untuk menekan angka kekerasan yang hingga kini masih terjadi.
Penulis: Naphan Fathoni Aziz
Editor: HTW
Tonton video: